Beranda
4,791 Produk
Beranda  >  Dior

Katalog Harga Produk Dior Indonesia

4,791 Produk

Dikenal sebagai salah satu raksasa fashion, Dior sudah berada di lini depan untuk tren mode selama beberapa dekade. Produknya tidak hanya dikenal di negara asalnya, Perancis tapi juga dikenal hingga Indonesia. Simak ulasan lengkap mengenai bagaimana Dior diciptakan, serta bagaimana Dior tidak pernah kehilangan pesonanya untuk mereka yang mencintai fashion dan juga seni hanya di artikel berikut.

Atur berdasarkan: Popularitas Harga
×
Kami sedang berupaya menyiapkan fitur ini untuk Anda. Simak selalu!

Daftar Harga Dior Terbaik 2018

10 Produk Terbaik Harga Toko
Dior Addict Fluid Stick Rp 563.000 Strawberrynet
Dior Contour Rp 431.000 Strawberrynet
Dior Diorshow Iconic Rp 446.000 Strawberrynet
Dior Diorific Lipstick Rp 585.000 Strawberrynet
Dior Addict Lip Maximizer Rp 489.000 Lazada
Dior Addict Ultra-Gloss Rp 450.000 Shopee
Dior Rouge Dior Baume Rp 548.000 Strawberrynet
Dior Rouge Dior Brillant Rp 585.000 Strawberrynet
jam tangan wanita cewek murah meriah Rp 180.000 Tokopedia
kulit kaca kristal new black Rp 90.000 Tokopedia
Terpopuler
Dior Addict Fluid Stick

Termurah di Strawberrynet Rp 563.000 Kunjungi Toko

Anda mungkin juga menyukai

Dior Indonesia - Antara Seni Dan Fashion

Dimulai dari tangan Christian Dior, pencipta Dior, hingga kemudian dilanjutkan oleh Yves Saint Laurent dan sekarang oleh John Galliano, Dior sepertinya tidak pernah kehilangan pamornya sebagai brand mode dan fashion yang jenius. Ketika orang mendengar nama Dior keluar dari bibi seorang wanita dengan rona merah di bibirnya, sudah tentu, gambaran dunia mode dan fashion yang gemerlap, serta koleksi yang penuh dengan gairah eksperimen langsung terbayang.

Dior Indonesia - Pada Awalnya

Raja couture, demikian Dior dikenal oleh pencinta mode dan fashion di seluruh dunia. Mungkin bagi mereka yang tidak banyak mengikuti sejarah dan perkembangan fashion, couture terdengar asing di telinga. Meskipun demikian, sudah tentu hampir semua masyarakat urban mengenal brand Dior yang identik dengan fashion, dan juga menunjukkan kemewahan. Dimulai oleh tangan Dior, seorang veteran Perang Dunia II yang kemudian beralih menjadi pembuat sketsa untuk designer, Robert Piguet dan Lucien Lelong. Padahal, Dior sebenarnya memiliki gelar di bidang ilmu politik. Namun, kecintaannya terhadap dunia fashion dan juga menggambar mendorongnya untuk menekuni pekerjaannya sebagai pembuat sketsa untuk pada designer fashion ternama di Perancis pada saat itu.

Alkisah di tahun 1946, di suatu sore ketika Dior berusia 41 tahun, dia diminta untuk menduduki posisi Creative Director untuk Marcel Boussac, yang terkenal sebagai ‘King of Cotton’ pada masanya. Marcel Boussac disebut-sebut sebagai industrialist paling tersohor setelah berakhirnya Perang Dunia II. Alih-alih mengambil posisi prestigious tersebut, Dior berpikir bahwa dia memiliki talenta yang sangat bagus dan memiliki kualitas untuk menjadi bintang, terbukti dengan Marcel Boussac yang memintanya langsung untuk menjadi orang kepercayaannya untuk memimpin kreasi industri kapas raksasa tersebut. Dior pun mulai berpikir untuk memulai lini fashion menggunakan namanya sendiri. Maka, tepat pada tanggal 16 Desember 1946, House of Dior resmi didirikan di Paris, Perancis.

Dior Indonesia - Mengubah Arah Mode

Di tahun 1947, Christian membuat sebuah runaway show di gerai sekaligus workshop dari House of Dior di Paris, Perancis. Pada pertunjukan perdananya tersebut, Dior membawa kembali sisi feminin dari wanita dengan bentuk busana yang menunjukkan lekuk tubuh wanita, namun dengan material dan wanra yang sangat mendasar, juga dengan bentuk yang hiperbola di beberapa bagian. Misalnya adalah rok rample sepanjang lutut yang dibuat dengan bagian yang membesar di pinggul. Ataupun celana panjang yang nampak longgar dan memiliki potongan tinggi di bagian pinggul, sehingga menghasilkan kesan yang sangat elegan ketika dipakai,Hasilnya, sebuah arah fashion baru untuk wanita di mana busana wanita dibuat dapat mengoptimalkan sisi feminin wanita, namun juga nyaman untuk digunakan serta memiliki kesan anggun dan elegan. Carmel Snow, seorang Editor-in-Chief sebuah majalah mode ternama, Harper’s Bazaar menyebut karya perdana Dior sebagai “New Look”. Hingga kini, New Look menjadi koleksi legendaris dari Dior.

Dior Dan Pengaruh Seni

Dunia fashion tentu dekat dengan dunia seni, bahkan keduanya saling terkait. Banyak yang tidak mengetahui, Christian Dior pun memiliki galeri seni di Paris, Perancis yang dia dirikan bersama dua orang temanya, Jacques Bonjean dan Pierre Cole. Galeri seni ini menampilkan karya-karya dari artis kelas dunia, sebut saja Salvador Dali, dan Pablo Picasso.

Ketertarikan Dior terhadap dunia seni membawa pengaruh yang cukup hebat untuk karya-karyanya. Jean Cocteau, yang dikenal sebagai penulis Perancis yang melegenda, memberikan sedikit karyanya untuk digunakan oleh Dior untuk beberapa koleksi rancangannya. Tercatat, karya Andy Warhol pun ikut menjadi inspirasi dari Dior yang ia perkenalkan melalui “New Look”. Kini kedekatan Dior dengan artist-artist lainnya dapat Anda lihat melalui campaign Dior dengan nama Christian Dior and Artists di akun instagram Dior ataupun di website resmi dari Dior.

Dior dan Inovasi

Setelah koleksi perdana Dior yang kemudian dikenal dengan “New Look” mengguncang dunia fashion, Dior kemudian mengembangkan lini produk lain dari brand Dior. Sekitar tahun 1950-an, Dior memperkenalkan produk parfumnya yang diberi nama Miss Dior. Pada periode ini pun, partner Christian Dior, Jaques Rouet mulai mengembangkan kerajaan mode Dior dengan sistem loyalti; produk lain dapat menggunakan nama Dior sebagai produk dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Dior dan juga Jaques Rouet.

Dengan adanya sistem loyalti ini, produk Dior kemudian meluas tanpa Dior harus mendesainnya satu per satu. Dalam satu tahun pertama setelah Dior melakukan sistem loyalti, produk Dior berkembang menjadi dasi, tas tangan, perhiasan, serta selendang. Di tahun 1955, Dior pun memperkenalkan produk lipstick. Di tahun ini juga, nama Dior semakin mendunia melalui film “The Little Hut” yang diperankan oleh Ava Gardner, di mana 14 gaun karya Dior digunakan dalam film tersebut.

Dior Kini

Setelah mendunia di era 1950-an, Dior harus mengalami kenyataan pahit bahwa Christian Dior, pendiri Dior meninggal di tahun 1957. Dengan cepat, Yves Saint Laurent menjadi designer di balik layar produk-produk Dior setelah kematian Christian Dior. Di tangan Yves Saint Laurent, Dior dikenal sebagai brand mode yang berani terhadap inovasi dan juga eksperimen. Koleksi Dior pertama di tangan Saint Laurent adalah “The Trapeze Line”, dimana Dior memperkenalkan bentuk garis A di dunia mode untuk pertama kalinya. Sayangnya, Saint Laurent harus meninggalkan Dior di tahun 1960 karena wajib militer di Perancis saat itu.

Sepeninggal Yves Saint Laurent, Marc Bohan kemudian mengambil alih tanggung jawab untuk kreativitas yang ditampilkan pada keseluruhan produk Dior. Marc membawa Dior menjadi lebih besar dengan banyaknya penambahan lini produk Dior. Setelah melewati banyak generasi, ternyata Raf Simons adalah Creative Director terakhir dari Dior. Nampaknya, setiap generasi dari produk Dior tidak pernah kehilangan tempat spesialnya untuk para pecinta mode. Simons dikenal akan koleksi avant-gardenya untuk Dior.

Selain lini mode, Dior pun dikenal akan produk-produk berikut ini:

  • Kosmetik
  • Perawatan Kulit
  • Perhiasan

Dior sekarang ini tidak hanya identik dengan sisi feminin saja, tetapi juga akan kemewahan, kualitas serta sejarah produknya yang dekat dengan seni. Tidak heran, Dior pun memiliki ragam produk untuk pria dengan kualitas serta sentuhan artistic yang sama dengan produk wanita.

Jika Anda adalah orang yang menghargai produk tidak hanya dari kualitas, serta sejarah dan sentuhan seninya, Dior adalah brand yang tepat dengan pribadi Anda.