Halaman Utama
7,074 Produk
 >  Fujifilm

Harga produk Fujifilm Terbaru Oktober 2018

7,074 Produk

Fujifilm telah lama menemani kita mengabadikan momen-momen spesial di hidup kita, dari satu generasi ke generasi lainnya. Bahkan dengan era digital yang mengubah cara kita mengambil foto, Fujifilm tetap mendominasi pasaran fotografi dengan banyak penggemar setianya. Simak ulasan lengkap mengenai sejarah Fujifilm, inovasi yang sudah dilakukan oleh Fujifilm, serta tren yang dibawa oleh Fujifilm di Indonesia melalui artikel berikut.

Atur berdasarkan: Popularitas Harga
×
Kami sedang berupaya menyiapkan fitur ini untuk Anda. Simak selalu!

Daftar Harga Fujifilm Terbaik 2018

10 Produk Terbaik Harga Toko
Fujifilm X-A3 Rp 4.800.000 Bukalapak
Fujifilm X-A2 Rp 5.100.000 Bukalapak
Fujifilm Instax Mini 8 Rp 989.000 AliExpress
Fujifilm X-T2 Rp 14.500.000 Bukalapak
Fujifilm X-T20 Rp 9.400.000 Bukalapak
Fujifilm X-A10 Rp 4.500.000 Bukalapak
Fujifilm X-E2 Rp 8.999.000 Blanja
Fujifilm X-A1 Rp 2.235.000 Lazada
Fujifilm X-Pro2 Rp 19.950.000 Lazada
Fujifilm XQ2 Rp 2.973.000 Lazada
Terpopuler
Fujifilm X-A3

Termurah di Bukalapak Rp 4.800.000 Kunjungi Toko

Sehari Mengenal Fujifilm Indonesia

Mengambil foto adalah membekukan momen yang sedang terjadi untuk kemudian dikenang. Dengan begitu banyak momen yang terjadi di hidup kita, rasa-rasanya kamera tidak akan pernah kehilangan pasarannya. Fujifilm, kamera yang telah menemani banyak generasi di Indonesia untuk membekukan momen-momen penting dalam hidup kita, adalah salah satu brand yang selalu muncul ketika membicarakan tentang fotografi. Namun, sejauh mana Anda mengenal dan mengetahui Fujifilm yang telah ada sejak tahun 1934 ini?

Fujifilm Dan Film: Pada Awalnya

Didirikan di Jepang pada tahun 1934, Fujifilm dirancang oleh pemerintah Jepang untuk menjadi perusahaan Jepang pertama yang memproduksi film fotografi. Selain itu, pemerintah Jepang pun menginginkan Fujifilm sebagai perusahaan lokal yang dapat memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri untuk film fotografi.

Pada awalnya, Fujifilm tidak dikenal sebagai kamera. Produk pertama yang dirilis oleh Fujifilm ke pasar adalah film rel yang digunakan untuk kebutuhan membuat film. Setelah dikenal oleh pasaran pembuat film, Fujifilm kemudian mengembangkan juga film yang berdasar besi, atau dikenal sebagai “plate-making film”. Semua film yang dikembangkan oleh Fujifilm pada awalnya memang dikhususkan untuk kebutuhan sinematografi, bukan fotografi. Di tahun 1940-an, Fujifilm juga memproduksi lensa optik untuk kebutuhan industri.

Fujifilm Dan Inovasi

Babak baru Fujifilm dimulai setelah Perang Dunia II. Setelah sekian lama mendominasi pasaran lokal, Fujifilm memasuki pasaran global dengan mendirikan gerai di Amerika. Enam bulan setelah kemunculannya di Amerika, Fujifilm kemudian mendirikan kantor resmi di kota-kota besar di berbagai benua lainnya.

Masuknya produk Fujifilm yang baru berupa film rel dan juga plate-making film ternyata disambut baik oleh Hollywood; tahun 1982, Fujifilm dianugerahi Scientific and Technical Awards oleh Oscars dan Emmy. Dua tahun kemudian, di tahun 1984, Fujifilm pun menunjukkan eksistensinya kepada dunia dengan menjadi salah satu sponsor untuk Olimpiade di Los Angeles, Amerika.

Setelah bertahun-tahun dikenal di dunia sinematografi, Fujifilm kemudian mengenalkan produk kameranya kepada publik. Berbeda dengan produk kamera biasanya, Quicksnap yang mulai diproduksi tahun 1986 adalah kamera sekali pakai. Tentu kamera ini menjadi fenomena tersendiri di kalangan anak muda pada zamannya yang dapat dengan mudah dan murah memiliki kamera untuk dibawa ke acara-acara tertentu, seperti berlibur ataupun berpesta. Di tahun 1988, Fujifilm kemudian mengembangkan ragam produk kamera untuk fotografi setelah kesuksesan Quicksnap dua tahun sebelumnya.

Fujifilm Dan Era Digital

Sama seperti buku dan musik, ranah fotografi pun mengalami revolusi besar-besaran dengan adanya teknologi digital; ditambah lagi dengan berkembangnya ponsel yang dilengkapi dengan kamera. Di tahun 2000-an, Fujifilm yang tadinya besar karena produk film untuk kamera, kini tidak lagi dikenal dengan produk filmnya. Karena praktis, tidak ada lagi orang yang menggunakan film untuk mengambil foto. Kini film digantikan dengan mudah oleh memory card yang dapat menyimpan ribuan foto. Juga tidak lagi kita harus menunggu film untuk dicuci menjadi menjadi negative film kemudian dicetak dalam bentuk foto; kini kita dapat melihat hasil dari foto yang kita ambil langsung di layar kamera.

Tentu saja hal ini membuat Fujifilm harus beradaptasi dengan era digital yang mengubah cara orang mengabadikan momen menggunakan kamera selamanya. Fujifilm mengenalkan seri FinePix, model kamera digital pertama yang dikembangkan oleh Fujifilm. FinePix kemudian dikembangkan ke ragam seri untuk memenuhi kebutuhan dan juga kondisi keuangan konsumen. Dimulai dari kamera saku, hingga digital SLR dan juga kamera mirrorless, Fujifilm kembali merebut pasaran kamera dengan produk kamera digitalnya. Selain kamera digital, pada masa transisi era analog menjadi digital, Fujifilm pun mengembangkan Fujinon, lensa yang digunakan untuk beragam produk. Fujinon menjadi salah satu lensa yang di kultuskan karena teknologi yang digunakan pada lensa Fujinon membuat gambar yang ditangkap oleh kamera menjadi sangat jernih, hampir sama dengan kualitas gambar yang kita lihat dengan mata. Fujinon kini juga digunakan bukan saja untuk kebutuhan fotografi dan sinematografi, tetapi juga digunakan untuk televisi dan binocular.

Fujifilm Kini

Setelah menjadi pemain yang tetap unggul di era digital, Fujifilm sepertinya tidak ingin kehilangan dominasinya di ranah fotografi. Tren nostalgia yang dibawa oleh hipster di kota-kota besar kemudian mendorong Fujifilm untuk memproduksi seri kamera polaroid, dengan nama Fuji Instax. Dengan harga yang terjangkau dan juga warna-warna funky, produk ini sempat menjadi hits di kalangan anak muda. Fuji Instax seperti barang yang harus dimiliki untuk anak-anak muda, terutama yang gemar mengabadikan momen spesial. Tidak hanya itu, kamera polaroid pun membuat pemiliknya merasa spesial.

Setelah sukses dengan produk kamera polaroidnya dan mengembalikan kejayaan mengambil foto menggunakan kamera analog, Fujifilm mengambil hati pencinta fotografi, fotografer amatir, dan fotografer professional dengan seri Fujifilm X. Fujifilm X, yang juga dikenal sebagai kamera dengan model retro namun dengan sentuhan inovasi dan teknologi yang tinggi. Mulai dikenalkan sejak tahun 2013, Fujifilm X kini sudah memiliki penggemar setianya termasuk di Indonesia.

Apa yang membuat Fujifilm X begitu digemari? Selain modelnya yang terlihat klasik, sebenarnya karena Fujifilm X membawa pengalaman lain untuk mengambil foto dengan mode mirrorless yang dikhususkan untuk seri Fujifilm X ini. Dengan mirrorless, Anda tidak perlu lagi membawa kamera dengan ukuran besar dan berat seperti yang identik dengan kamera DSLR selama ini. Meskipun ukurannya yang lebih kecil dan lebih ringan, namun kualitas gambar yang dihasilkan dari kamera mirrorless tidak jauh berbeda dengan DSLR. Karena itu, Fujifilm X ini membawa arus lain dan baru untuk penggemar fotografi. Teknologi live preview yang ada pada kamera mirrorless juga memberikan pengalaman baru untuk mereka yang selama ini mengenal baik cara kerja kamera DLSR; dengan live preview, beragam mode exposure yang kita atur pada gambar akan terlihat langsung di layar. Tidak heran, Fujifilm X pun banyak membuat orang kembali mencintai fotografi.

Kamera Fujifilm memang didesain untuk menjadi kamera yang terpajang di rak barang antik di rumah kakek nenek kita; klasik dan membuat kita penasaran, karena kita tidak diperbolehkan untuk menyentuhnya ketika kecil dulu.