Reputasi ban Hankook tak perlu diragukan lagi. Ban ini adalah pilihan utama di berbagai negara Eropa dan Amerika. Tapi, sebagus apapun ban akan tetap pecah bila tidak dirawat dengan baik. Bagaimana cara merawatnya? Tautan ini akan memandu Anda.

Aksesoris Mobil Hankook
_
Atur berdasarkan: Popularitas Harga

Keselamatan Berkendara di Indonesia Dimulai dari Ban

Jika Anda menghabiskan banyak waktu mengemudi kendaraan, maka Anda harus selalu memperhatikan performa ban yang digunakan. Selain performa mesin, ban merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan.

Ada banyak jenis ban yang beredar di Indonesia. Mulai dari merek lokal hingga brand internasional yang barangkali telah sering Anda lihat iklannya di televisi. Salah satu brand ban top yang begitu populer secara global adalah Hankook.

Bagi Anda yang sering menonton sepakbola Eropa, mungkin nama Hankook terasa familiar karena merek ban ini intens mensponsori sejumlah kejuaraan elit seperti Europa League. Hankook juga menjadi salah satu sponsor bagi klub papan atas Spanyol, yakni Real Madrid.

Hmm, nah sekarang mari kita kembali lagi berbicara tentang krusialnya sebuah ban. Ketika di jalanan, performa ban dapat terganggu oleh sejumlah hal yang berujung kecelakaan. Dan tahukah Anda bahwa performa ban yang buruk merupakan salah satu penyebab terbanyak dalam terjadinya kecelakaan lalu lintas?

Akibat paling ringan dari performa yang tidak semestinya adalah kempesnya ban. Hal ini dapat mudah ditanggulangi bila Anda memiliki ban cadangan atau menambalnya di bengkel. Tapi bagaimana bila ban yang Anda pakai justru meledak di tengah jalan?

Mengapa Ban Bisa Pecah?

Meledak atau pecahnya ban bisa disebabkan oleh sejumlah hal. Dilansir dari Tempo.co, setidaknya ada tujuh hal yang berpotensi membuat ban pecah ketika digunakan.Berikut kami rangkumkan untuk Anda.

  • Ban Pecah Karena Ukuran Pelek dan Ban Tidak Sesuai

Terkadang banyak orang tidak begitu paham dengan ukuran ban dan pelek yang digunakan. Padahal, ban yang memiliki ukuran berbeda dengan pelek dapat membuat beban tambahan pada dinding ban.

Beban ini memberi tekanan sehingga ban mudah retak, benjol atau bahkan pecah. Karena itu, perhatikanlah tipe ban yang Anda beli dan pahami terlebih dahulu tipe maupun ukuran pelek yang digunakan.

  • Band Pecah Karena Tambalan Tidak Benar

Tidak semua orang dapat menambal ban dengan baik. Bahkan ketika Anda menambal ban di bengkel yang tampak bagus sekalipun, belum tentu ban Anda mendapat perlakuan yang benar.

Di Indonesia, kebiasaan menambal secara tubeless juga bukanlah hal yang baik untuk performa ban. Sejatinya, konsep tubeless digunakan hanya untuk jangka waktu sementara demi memberi solusi instan ketika darurat.

Bila Anda berlama-lama membiarkan tambalan tubeless pada ban, maka potensi kerusakan hingga pecah ban akan semakin besar. Hal ini dikarenakan gesekan yang terjadi antara string tubeless dengan permukaan jalan.

Ketika gesekan terjadi, tekanan udara di dalam ban akan berkurang. Lama kelamaan, ban tidak akan dapat mengimbangi tekanan beban pada kendaraan. Pecah ban jadi tak terhindarkan.

  • Ban Pecah Karena Anda Jarang Membersihkan Alur pada Ban

Alur atau ukiran pada ban dibuat bukan tanpa alasan. Bila Anda perhatikan, tidak semua ban memilliki alur yang sama. Alur ini sejatinya berfungsi sebagai medium pengurang traksi.

Traksi ini biasanya terjadi karena gesekan yang dhasilkan antara ban dan aspal. Bila traksi besar, maka kemungkinan untuk slip juga akan lebih besar. Karena itu, alur dibuat untuk meminimalisir traksi agar kendaraan dapat melaju dengan stabil.

Selain untuk mengurangi traksi, alur juga memiliki fungsi lain. Dalam pemakaian sehari-hari, alur bermanfaat untuk memecah air pada aspal yang basah. Bila tidak dipecah, ban akan sulit mencengkram aspal sehingga memunculkan potensi slip.

Yang menjengkelkan, alur tidak selalu bebas dari kotoran. Terkadang, sejumlah batu kerikil di aspal jalanan juga sering menempel di bagian dalam alur. Selain membuat fungsi alur tidak dapat berjalan optimal, kerikil ini juga dapat membuat sobekan pada alur.

Bila dibiarkan berlama-lama sobekan kecil itu akan terkoyak dan membuat ban pecah.

  • Ban Pecah Karena Kadaluarsa

Tidak hanya makanan yang dapat kadaluarsa. Ban yang dipakai untuk kendaraan juga dapat kadaluarsa. Masa kadaluarsa ban terbatas pada 6 tahun. Produsen ban seperti Hankook selalu mencantumkan keterangan kode tanggal kadaluarsa pada setiap ban buatannya.

Nah, bagaimana cara membaca kode kadaluarsa pada ban? Pertama, yang harus Anda lakukan adalah mencari kodenya. Biasanya kode kadaluarsa dicantumkan produsen ban pada permukaan samping ban.

Berbeda merek maka berbeda pula kode digit kadaluarsanya. Tapi bila mengikuti standar internasional, Anda dapat membaca empat digit angka terakhir yang tertera pada kode kadaluarsa itu.

Empat digit angka ini masing-masing menunjukkan minggu dan tahun pembuatan ban. Contohnya, Anda menemukan kode CCC0316 maka ban itu dibuat pada minggu ke tiga dalam tahun 2016. Artinya, ban yang berkode ini masih jauh dari masa kadaluarsanya pada tahun 2022 nanti.

Tapi bila Anda menemukan kode XXX2010, maka ban itu dipastikan telah kadaluarsa karena dibuat pada minggu ke 20 tahun 2010. Ban ini telah melewati batas 6 tahun masa penggunaan.

Lalu, mengapa ban baru yang kadaluarsa tetap tidak bisa dipakai? Ban kadaluarsa yang sebenarnya masih bersegel dan tidak dipakai juga cukup berbahaya. Sebab, penyimpanan yang terlalu lama akan membuat ban itu kering.

Keringnya ban tidak hanya terjadi pada bagian luar tapi juga pada dinding karet dan rajutan kawat sehingga membuatnya lebih mudah pecah.

  • Ban Pecah Karena Sering Melibas Jalan Rusak

Hentakan pada ban ketika melibas jalan rusak dan berlubang akan memberi efek buruk. Rajutan kawat pada ban berpotensi putus ketika terjadi hentakan. Hal ini juga akan diperburuk bila ban Hankook Anda tidak memiliki tekanan ban sesuai standar. Jadi, hindarilah jalan rusak dan selalu cek tekanan ban secara rutin.

NEW