Aneka makanan bayi dan saus Heinz sekarang bisa dibeli secara online di iPrice Indonesia! Klik artikel ini untuk mendapat tips makanan untuk bayi 6 bulan.

_
Atur berdasarkan: Popularitas Harga

Tips Memberi Makan Bayi Berusia Enam Bulan

Bagi Anda yang memiliki anak pertama, ada banyak hal yang harus Anda ketahui untuk merawat bayi. Sejak dilahirkan, makanan bayi yang paling baik adalah ASI. Menurut penelitian, bayi yang diberikan ASI terbukti lebih sehat dan cerdas. Nah, ketika bayi sudah menginjak usia 6 bulan, maka makanan bayi dan jadwal makannya juga berbeda. Pemberian ASI berhenti ketika bayi sudah berusia 6 bulan. Usia 6 bulan pada bayi adalah masa-masa emas dimana pertumbuha dan perkembangan bayi sedang optimal. Saat berusia 6 bulan, bayi Anda sudah mampu bergerak, mengatur posisi tubuh, bersosialisas dan menggenggam. Oleh karena itu, Anda harus memberikan makanan pendamping ASI yang bergizi dan lebih padat. Pikirkan semua makanan sehat yang dilahap oleh orang dewasa, namun tekstur dan bentuknya harus disesuaikan dengan bayi Anda. Dalam artikel ini, Anda akan mendapat tips bagaimana mengatur jadwal makan bayi berusia 6 bulan serta beberapa resep makanan yang dapat diberikan kepada si kecil.

Mengatur Jadwal Makan Bayi Berusia Enam Bulan

Pertama-tama, mari kita mulai dengan mengatur jadwal makan untuk bayi berusia 6 bulan. Pada usia ini, Anda sudah boleh mengenalkan makanan dengan yang lebih padat. Padat dalam konteks ini artinya mampu bertahan lama dalam mulut bayi sebelum ditelan. Makanan seperti ini akan melatih insting si kecil untuk mengunyah makanan dan baik untuk mendukung pertumbuhan gigi bayi. Dengan begini, gigi bayi akan terangsang untuk tumbuh dan muncul ke permukaan gusi. Oleh karena itu, teruslah memberikan makanan yang lebih padat kepada si kecil!

Mengatur jadwal makan bayi yang berusia 6 bulan bertujuan agar si bayi memiliki jadwal makan seperti orang dewasa. Kalau sebelumnya bayi hanya minum ASI dengan frekuensi yang sering, maka sekarang bayi Anda akan latihan makan dengan jadwal makan orang dewasa. Sebagai permulaan, berikan makanan tambahan ASI sebanyak 1 kali per hari hingga bayi terbiasa, lalu tingkatkan secara bertahap hingga 3 kali per hari. Agar Anda tidak lupa, sesuaikan saja jadwal makan bayi Anda dengan jam makan keluarga!

Bayi usia 6 bulan bukan berarti berhenti minum ASI secara total namun dilakukan secara bertahap. Masalah yang sering dihadapi para ibu adalah bayi menolak makanan padat tersebut karena belum terbiasa. Nah, Anda tidak perlu khawatir. Makanan padat adalah makanan pendamping ASI, jadi walaupun si kecil tidak banyak makan namun nutrisi utama tetap didapat dari ASI. Ketika si kecil tidak menghabiskan makanan padatnya, tidak usah dipaksakan namun jangan berhenti untuk berusaha, apalagi jika bayi Anda lapar. Triknya adalah memberikan ASI setelah si kecil makan makanan padat. Makanan padat yang baik untuk bayi usia 6 bulan adalah yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, sayur dan buah-buahan. Anda juga bisa mencampur daging, hati atau marus sebagai sumber protein dan zat besi. Mulailah dengan bubur yang tidak terlalu padat, biskuit bayi lalu secara bertahap dapat memberikan potongan buah, keju dan yogurt.

Jika bayi Anda sudah menurut dan mau makan makanan padat, tunggulah 1-2 hari sebelum memperkenalkan jenis makanan baru. Hal ini bertujuan untuk melihat apakah bayi memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Tanda-tanda alergi dapat dilihat dari diare, bersin, batuk, bentol-bentol pada kulit dan bengkak pada bibir. Jadwal makan bayi usia 6 bulan mudah saja, kuncinya hanya memberikan 1 kali makanan padat sebagai tahap awal, diselipkan saat jam makan keluarga. Contohnya, berikan ASI saat bayi bangun tidur, pukul 9 pagi memberkan bubur susu, pukul 11 memberikan bubur susu, pukul 3 sore ASI, pukul 6 sore bubur susu dan pukul 8 malam ASI.

Tiga Resep Bubur Bayi Sehat dan Enak Menggunakan Heinz Indonesia

Berikut adalah tiga resep bubur bayi yang sehat dan enak:

Bubur Susu Kentang
Resep ini sangat mudah, untuk susu dapat menggunakan ASI atau susu formula. Bahan-bahan yang diperlukan adalah 1 buah kentang rebus yang dikupas kulitnya, 100 ml susu, 75 ml air matang dan 1 sdm tepung beras halus. Cara membuatnya, pertama-tama kupas kentang rebus dan haluskan dengan blender atau food processor. Tambahkan susu, air matang dan tepung beras lalu aduk hingga halus dan merata. Masukkan dalam panci dan panaskan adonan dengan api kecil, aduk hingga matang dan mengental. Angkat bubur susu kentang dan tunggu hingga tidak terlalu panas sebelum diberikan pada si kecil.
Bubur Buah
Bubur buah sangat disukai bayi karena rasanya yang manis, selain itu karena mengandung buah-buahan maka sangat baik untuk si kecil agar senantiasa sehat. Siapkan 1 sdm beras merah, 10 ml air matang, 100 ml susu dan 50 gr buah matang yang telah dihaluskan (sesuai selera). Pertama-tama, larutkan tepung beras merah ke dalam air, aduk rata dan masak di atas api kecil hingga matang. Selanjutnya, masukkan buah yang telah dihaluskan, aduk rata dan matikan kompor. Tunggu sejenak dan tambahkan susu.
Bubur Kacang Hijau
Kacang hijau memiliki banyak vitamin yang baik untuk kesehatan. Cara membuatnya juga mudah, siapkan 100 gr kacang hijau yang telah dikupas dan direndam, 200 cc jus apel, 1 buah wortel (kupas, potong dadu), 400 cc air dan 10 sdm susu formula. Pertama-tama, masaklah kacang hijau hingga matang, haluskan dan ayak. Rebuslah wortel hingga matang dan ambil setengah porsi air rebusan wortel. Tuang bubuk kacang hijau dan jus apel ke dalam air rebusan wortel, aduk rata dan masak hingga mendidih sambil terus diaduk. Langkah terakhir, tambahkan susu formula sedikit demi sedikit dan aduk hingga merata. Berikan pada si kecil selagi hangat.

iPrice Indonesia menjual aneka makanan dan minuman Heinz untuk bayi dan orang dewasa dengan harga murah. Masih ada juga perawatan kulit Heinz, mainan Heinz dan pakaian Heinz di iPrice Indonesia. Selamat berbelanja!

NEW