Tahukah Anda gunung apa saja yang populer sebagai destinasi naik gunung di Indonesia? Anda akan menemukan jawabannya di halaman Karrimor Indonesia ini, klik tautan ini!

_
Atur berdasarkan: Popularitas Harga

Gunung-gunung Terpopuler di Indonesia

Tidak dipungkiri, alam Indonesia adalah sebuah rahmat. Bentang geografis dan topografi Indonesia adalah surga bagi para manusia penyuka kegiatan yang dekat dengan alam.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak hamparan pantai di setiap pesisir pulau-pulaunya. Dan sebagai zona perlintasan gugusan gunung api Asia Pasifik, Indonesia juga diberkahi dengan keberadaan banyak gunung api di setiap daerahnya.

Ada gunung api yang masih aktif, ada pula gunung api yang telah tertidur lama hingga kandungan vulkaniknya membeku. Tak sedikit pula gunung api yang telah mati.

Bila berbicara tentang gunung api, setidaknya ada tiga gunung api yang paling populer di Indonesia. Tiga gunung ini menjadi populer karena sering dijadikan destinasi pendakian oleh para pecinta alam bebas.

Gunung pertama yakni Gunung Semeru. Gunung yang terleta di perbatasa Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang ini memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Dalam statistik gunung berapi, Semeru adalah gunung berapi aktif tertinggi nomor tiga di Indonesia.

Setiap tahunnya, gunung ini tidak pernah sepi. Semeru selalu sibuk menerima kunjungan para pendaki gunung. Bahkan ketika momen libur panjang, para pendaki gunung ini bisa mencapai 500 orang per hari. Apakah Anda pernah menjadi salah satu dari pendaki Gunung Semeru?

Jumlah itu dapat lebih besar bila pihak pengelola Gunung Semeru tidak memberlakukan sistem kuota per hari yang dibatasi 500 orang per hari. Pembatasan ini sengaja diberlakukan untuk menjaga ekosistem alam beserta isinya yang ada di Semeru.

Lama pendakian gunung yang paling tinggi di Pulau Jawa ini biasanya memakan waktu selama empat hari pulang pergi. Ada beberapa titik yang dibuka sebagai awal mula pendakian. Tapi, titik paling banyak yang dipilih para pendaki adalah titik Tumpang yang terletak di Kabupaten Malang.

Dari Tumpang, para pendaki memulai perjalanan dengan menggunakan mobil jip atau truk bak terbuka yang berukuran medium. Kendaraan ini akan mengantarkan para pendaki ke Pos Ranu Pani, gerbang sekaligus desa terakhir di kaki Gunung Semeru.

Medan pendakian Gunung Semeru bukan temasuk tipe yang monoton. Pendaki umumnya akan melewati tiga jenis medan, yakni medan tanah dan rerumputan, medan kerikil dan pasir, serta medan bebatuan.

Gunung kedua yakni Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Gunung ini secara adminstratif mencakup tiga kabupaten yang berbeda, yakni Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Barat. Gunung ini memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut. Rinjani merupakan gunung api aktif tertinggi nomor dua di Indonesia.

Gunung Rinjani memiliki bentangan alam yang cukup komplit. Gunung ini tidak hanya menawarkan keindahan pepohonan yang rimbun di dalam hutan, tapi juga memberikan pesona dalam bentuk danau besar yang ada di ketinggian 2.010 meter di atas permukaan laut. Danau itu bernama Segara Anak. Bila Anda masih ingat, Danau Segara Anak ini pernah menjadi gambar di lembaran uang Rupiah kita di era 90an.

Gunung Rinjani tidak hanya sebagai destinasi para pendaki dalam negeri. Gunung ini pun sangat diminati banyak wiisatawan dan pendaki dari luar negeri. Menurut himpunan data yang dilansir dari situs berita Kompas.com, sepanjang tahun 2016 lalu Gunung Rinjani telah dikunjungi oleh 30.847 wisatawan luar negeri.

Gunung nomor tiga yang paling populer adalah Gunung Bromo yang terletak satu kawasan dengan Gunung Semeru di Jawa Timur. Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.389 meter di atas permukaan laut. Hingga kini, Gunung Bromo juga termasuk dalam daftar gunung api yang sangat aktif. Tahun 2015 lalu adalah kali yang terakhir gunung ini meletus. Dan sampai sekarang gunung itu tidak pernah berhenti melepaskan asap panas.

Gunung ini sendiri tidak hanya diminati orang-orang yang biasa mendaki gunung. Bromo dalam beberapa tahun terakhir lebih cenderung dianggap sebagai tempat objek wisata dibanding tempat berkemah dan mendaki gunung. Karena itu, banyak orang awam di luar pendaki turut meramaikan kunjungan ke gunung ini.

Nah, apakah Anda sudah pernah menapakkan kaki ke salah satu gunung paling populer di Indonesia ini?

Naik Gunung? Sepatumu Harimaumu

Belakangan, kegiatan mendaki gunung sangat menjamur di kalangan generasi muda Indonesia. Tak hanya di dunia nyata, hype naik gunung juga menjalar di sosial media. Bila kita amati di sosial media, banyak akun terkait gunung bermunculan. Dan lebih banyak pula foto-foto naik gunung bertebaran di dalamnya.

Tapi, mendaki gunung sejatinya bukan hal yang sepele. Ada sejumlah persiapan yang harus dimatangkan sebelum melakukannya. Ketika Anda ingin naik gunung, maka persiapan dari kaki hingga kepala haruslah maksimal.

Berbicara tentang persiapan untuk kaki, alas kaki adalah benda yang patut Anda cermati. Alas kaki yang tepat akan membantu Anda melewati medan gunung yang sulit. Tapi bila Anda memandang sebelah mata, alas kaki dapat “menerkam bak harimau” ketika Anda tengah naik gunung.

Alas kaki untuk naik gunung berguna sebagai pelindung kaki agar tidak cedera selama berjalan. Kita tahu, perjalanan saat naik gunung bukanlah sesuatu yang singkat. Karena itu, kebugaran kaki harus terus terjaga.

Alas kaki untuk naik gunung biasanya ada yang berbentuk sandal dan ada yang berbentuk sepatu. Merek Karrimor sejak lama telah memproduksi sepatu dan sandal gunung yang berkualitas tinggi. Merek yang juga populer di kalangan pendaki ini hadir dengan berbagai varian.

Pada produk sepatunya, Karrimor membuat sepatu gunung berjenis low cut, mid cut dan high cut. Masing-masing jenis diciptakan untuk keberagaman medan pendakian. Misalnya, low cut dibuat untuk medan yang landai, mid cut untuk medan yang menengah dan high cut untuk medan yang terjal.

NEW