Jangan jadikan asma penghalang untuk berolahraga, klik artikel ini untuk mengetahui olahraga apa saja yang cocok untukmu.

_
Atur berdasarkan: Popularitas Harga

OMRON - Bolehkah Penderita Asma Olahraga? Boleh Saja, Perhatikan Dulu Tujuh Hal Berikut!

Bagi sebagian orang, harta adalah segalanya. Namun, ada juga yang berpendapat kalau kesehatan adalah segalanya. Bagi para penderita asma, mungkin beberapa diantara mereka setuju kalau kesehatan lebih penting dari harta. Asma terjadi karena pembengkakan bronkus (dinding saluran udara) yang membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru. Penyakit ini dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti asap rokok, bulu hewan, debu, sari bunga, virus dan olahraga. Asma mengakibatkan si penderita merasa sesak napas, sesak dada, batuk dan sulit bernapas.

Orang yang mengidap asma memiliki paru-paru yang sangat sensitif, hal ini terkadang menjadi penghalang ketika beraktivitas, seperti olahraga. Jika kamu mengidap asma, jangan jadikan hal ini sebagai penghalang untuk berolahraga! Olahraga sangat penting untuk kesehatan, meskipun kamu mengidap asma bukan berarti kamu tidak boleh berolahraga sama sekali. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar aman saat berolahraga. Yang pertama, siapkan nebulizer untuk berjaga-jaga. Pilihlah nebulizer berkualitas tinggi, seperti OMRON. OMRON adalah merek asal Jepang yang memproduksi aneka elektronik dan alat medis, telah berdiri sejak tahun 1933. OMRON nebulizer telah lama menjadi kepercayaan para penderita asma, termasuk mereka yang menetap di Indonesia.

Yang kedua, pastikan kalau kamu tidak melewatkan pemanasan. Sebelum berolahraga, lakukanlah pemanasan selama lima belas menit agar paru-parumu dapat megatur pemasukan oksigen ke dalam tubuh. Jika kamu langsung berolahraga, otot dan paru-parumu akan ‘kaget’ sehingga kamu dapat cedera dan sulit bernapas. Jika kamu ingin olahraga saat cuaca sedang dingin, tutuplah mulut dan hidungmu dengan masker atau syal tebal. Dengan begini, udara menjadi hangat sebelum masuk ke paru-paru.

Saat olahraga, perhatikan lingkungan sekitar apakah bersih atau berpolusi. Lingkungan yang kotor, berdebu, berpasir dan berpolusi akan memicu asma atau membuat asma memburuk. Selesai olahraga, jangan lupa untuk melakukan pendinginan selama lima belas menit. Jika kamu minum obat, ikuti petunjuk dari dokter tentang penggunaan obat asma sebelum dan setelah berolahraga. Bagi kamu yang berolahraga dalam tim, beritahukan pada pelatih dan teman-temanmu tentang kondisi tubuhmu. Tidak perlu malu, mereka harus mengetahui hal ini jika sewaktu-waktu asmamu kambuh. Yang terakhir, berhati-hatilah ketika sedang musim hujan atau flu agar kamu tidak jatuh sakit.

Sekarang kamu telah mengetahui tujuh hal yang harus diperhatikan sebelum berolahraga. Tapi apa kamu sudah tahu jenis olahraga yang tepat untuk penderita asma? Ada beberapa jenis olahraga yang aman untuk penderita asma, salah satunya adalah jalan kaki. Jenis olahraga ini dapat kamu lakukan dimana saja – lapangan, taman, mal, di atas treadmill. Jalan kaki selama tiga puluh menit, tiga kali seminggu sangat ampuh untuk mengendalikan asma, lho! Tubuhmu juga akan menjadi lebih sehat. Selingi jalan kaki dengan yoga jenis Hatha. Lakukan yoga minimal 2,5 jam setiap minggu agar kamu tidak terlalu bergantung pada obat asma. Selain itu, bersepeda santai juga dapat membantu melepas stres dan lebih sehat. Ingat, jangan menggoes cepat-cepat atau di pegunungan, santai saja ketika bersepeda.

Jenis olahraga lainnya yang baik untuk penderita asma adalah olahraga raket seperti badminton, tenis dan pingpong. Olahraga raket memungkinkamu beristirahat secara teratur sehingga kamu dapat mengatur napas dan minum kapan saja. Apalagi jika kamu bemain ganda, maka intensitas olahraga tersebut akan menurun. Kamu juga boleh main voli karena olahraga ini tidak membuatmu banyak berlari. Selain itu, gerakan memukul bola voli juga tidak melibatkan banyak gerakan.

Mengenal Jenis-jenis OMRON Nebulizer Indonesia

Nebulizer adalah teman baik para penderita asma, sangat diperlukan ketika asma kambuh. Sebenarnya, apa itu nebulizer? OMRON nebulizer adalah alat yang berfungsi mengubah obat nebulizer yang berbentuk cairan menjadi aerosol atau uap obat. Uap obat tersebut akan dikeluarkan secara terus-menerus oleh OMRON nebulizer dengan menggunakan tenaga udara yang diperoleh dari pemompaan. Nebulizer pertama kali ditemukan di Perancis pada tahun 1859.

Berdasarkan modelnya, nebulizer dibedakan menjadi nebulizer ultrasonik, nebulizer kompresor dan nebulizer generasi baru. Nebulizer ultrasonik menggunakan gelombang ultrasonik untuk menggubah obat menjadi aerosol. Jika kamu memakai obat asma Pulmicort, nebulizer model ini tidak dapat kamu gunakan.

Nebulizer kompresor menggunakan tekanan udara yang berasal dari pipa pada tutup berisi obat nebulizer cair. Tekanan dari pompa akan memecah partikel cair menjadi uap yang mudah dihirup sehingga dapat masuk ke saluran pernapasan dengan mudah dan mengobati asma. Sementara itu, nebulizer generasi baru bekerja dengan tenaga baterai dan tidak berisik.

Berdasarkan jenis-jenis OMRON nebulizer, kamu bisa menemukan reusable nebulizer dan disposable nebulizer. Reusable nebulizer adalah jenis nebulizer yang dapat dipakai berkali-kali hingga enam bulan pemakaian. OMRON nebulizer ini berdesain kompleks dan bisa kamu rebus agar lebih streril. Sementar itu, disposable nebulizer biasanya dipakai di ruang UGD atau rumah sakit untuk perawatan jangka pendek. Jika kamu memiliki OMRON nebulizer ini di rumah dan membersihkannya secara rutin, kamu bisa menggunakan OMRON nebulizer ini selama dua minggu berturut-turut.

Tadi telah dibahas bahwa OMRON menciptakan nebulizer berkualitas tinggi. Lalu, apakah harga OMRON nebulizer mahal? Tentu saja tidak jika kamu membelinya secara online di iPrice Indonesia! Temukan aneka OMRON nebulizer pada koleksi alat medis OMRON. Selain nebulizer, kamu juga bisa menemukan koleksi kesehatan OMRON, peralatan rumah tangga OMRON, komputer OMRON, fitness OMRON dan lainnya secara online.

NEW