Susu SGM memiliki sejumlah kandungan yang dapat memenuhi nutrisi pada anak. Tapi, apakah susu bubuk seperti ini baik untuk kesehatan ketika dikonsumsi terus-menerus? Simak jawabannya di tautan ini.

_
Atur berdasarkan: Popularitas Harga

Penuhi Nutrisi dengan Susu SGM Indonesia

Apakah Anda selalu rutin mengonsumsi susu setiap harinya? Sejak kecil kita selalu diingatkan untuk mengonsumsi susu karena salah satu pangan ini merupakan bagian dari komposisi makanan β€œ4 Sehat 5 Sempurna”. Susu menyempurnakan asupan makanan yang kita konsumsi sehari-hari.

Ada banyak jenis susu yang dapat dikonsumsi manusia. Namun umumnya, orang-orang mengonsumsi susu yang dihasilkan dari sapi di peternakan.

Produk susu sapi yang kita nikmati di masa sekarang setidaknya terdiri dari tiga jenis. Jenis pertama yaitu susu segar yang didapat langsung dari proses pemompaan terhadap sapi.

Di Indonesia, jenis susu segar ini cenderung berharga mahal karena tidak banyak peternakan yang mau menjual langsung susu segar pada masyarakat. Selain itu, susu segar juga tidak dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama. Ketiadaan campuran pengawet membuat susu segar lebih rentan terhadap serangan bakteri dan jamur.

Jenis susu yang kedua adalah susu bubuk. Susu SGM adalah salah satu merek susu bubuk yang cukup populer di Indonesia. Susu merek ini mengkhususkan produknya untuk nutrisi pertumbuhan anak. Maka, jangan heran kemasan susu dan iklan di media massa selalu menampilkan anak kecil yang riang ketika meminum susu SGM.

Lalu, apa beda susu bubuk dengan susu segar? Perbedaan mendasar tentulah dari bentuknya. Lebih jauh, produk susu bubuk merupakan pengolahan dari susu segar.

Susu bubuk dihasilkan dari proses evaporasi susu segar. Zat cair pada susu segar diuapkan hingga menjadi kering berbentuk bubuk. Susu bubuk pertama kali ditemukan oleh ahli kimia asal Rusia yang bernama M. Dirchoff.

Tapi seiring perkembangan teknologi, proses evaporasi yang lakukan Dirchoff disempurnakan para ahli. Kini, metode pembuatan susu bubuk disebut dengan istilah β€œspray drying”.

Pada metode ini, susu cair evaporasi terlebih dahulu menjadi bentuk padat. Setelah itu, susu disebarkan ke dalam ruang pemanas yang telah dialiri air. Setelah evaporasi terakhir benar-benar selesai, maka bentuk fisik susu berubah menjadi bubuk.

Nah, jenis susu ketiga yaitu susu cair kemasan. Biasanya, susu cair kemasan merupakan susu segar yang telah diberi senyawa pengawet agar tahan lebih lama. Tapi ada pula susu cair kemasan yang dibuat dari perisa susu sehingga kualitasnya tidak begitu baik.

Nutrisi Susu Segar vs Susu Bubuk

Nyaris tidak ada perbedaan nutrisi yang terkandung di dalam susu segar dan susu bubuk. Bila Anda menyajikan satu gelas susu segar tanpa lemak dan satu gelas susu bubuk tanpa lemak, maka jumlah kalorinya akan sama, yakni 80 kalori.

Kedua jenis produk susu ini pun sama-sama memiliki kandungan 8 gram protein untuk setiap gelasnya. Segelas susu segar maupun susu bubuk juga sama-sama mampu memenuhi kebutuhan harian 30 persen kalsium untuk tubuh.

Keunggulan susu segar yakni pada kandungan vitamin B-complex. Contohnya, kandungan vitamin B-12 pada susu segar ada 1,2 mikrogram. Sedangkan pada susu bubuk kandungannya sedikit lebih kecil, yakni 0,9 mikrogram. Vitamin B-5 pada susu segar juga sedikit lebih banyak, yakni 0,9 miligram bila dibandingkan susu bubuk yang memiliki 0,8 miligram.

Selain vitamin, susu segar juga memiliki kandungan yang fosforus dan selenium yang lebih banyak dibanding susu bubuk. Segelas susu segar dapat memberi 7,6 mikrogram selenium dan 47 miligram fosforus. Sedangkan, segelas susu bubuk memiliki 6,3 mikrogram selenium dan 227 miligram fosforus.

Bila lidah Anda cenderung sensitif terhadap rasa, maka rasa susu segar juga berbeda dengan susu bubuk. Susu segar memiliki rasa yang lebih kayak dan kompleks dibanding susu bubuk

Tapi bila Anda ingin menekan pengeluaran, maka susu bubuk dapat menjadi pilihan. Selain harganya yang lebih murah, keawetan susu bubuk juga berusia lebih panjang dibandingkan susu segar. Kualitasnya juga nyaris setara dengan susu segar.

Cara Meracik Susu Bubuk Selezat Susu Segar

Yap, kami telah menyinggung bahwa rasa susu bubuk tidak selezat susu segar. Tapi, selalu ada β€œbanyak jalan menuju Roma”, bukan? Berikut kami rangkumkan sejumlah tips yang bisa Anda gunakan untuk meracik susu bubuk yang lebih kaya citarasa dan aroma.

  1. Campurkan susu bubuk Anda dengan susu UHT/kemasan.

Ambillah susu bubuk yang ingin Anda hidangkan. Larutkan terlebih dahulu dengan air panas. Untuk takarannya, Anda dapat mengikuti panduan yang tertera di kemasan susu.

Setelah larut, campurkan dengan susu UHT yang Anda sukai. Perlu diingat, susu UHT cenderung lebih manis sehingga pertimbangkan juga takarannya.

  1. Campurkan dengan tepung telur.

Tepung telur dapat bermanfaat untuk mengemulsikan rasa. Bila Anda ingin membuat susu bubuk menjadi murni, maka campurkanlah satu sendok makan (15 mililiter) tepung telur ke dalam susu bubuk.

Sedangkan untuk membuat susu bubuk menjadi rendah lemak, tambahan ΒΌ sendok teh pada susu yang ingin Anda hidangkan.

  1. Campurkan perisa lain pada susu bubuk.

Anda dapat menambahkan ekstrak vanilla pada susu bubuk untuk rasa yang lebih lezat. Campurkan satu atau dua tetes perisa vanilla pada setiap liter larutan susu bubuk.

Selain itu, Anda juga dapat menambahkan sejumput garam pada susu bubuk Anda. Walau hal ini tidak lumrah, tapi sejatinya garam dapat membuat rasa susu lebih kuat tanpa harus mencemarinya dengan rasa asin.

  1. Campurkan sejumlah wortel.

Wortel memiliki kandungan yang manis sehingga membuat larutan susu bubuk seperti susu SGM terasa lebih kaya. Kupas dan potong wortel menjadi potongan besar, lalu masukkan ke dalam susu. Diamkan selama beberapa saat di dalam kulkas. Sebelum dihidangkan, saring terlebih dahulu. Konsep ini sama seperti membuat infused water.

Anda mungkin juga menyukai