Beranda
4,318 Produk
Beranda  >  Swarovski

Harga Swarovski Online

4,318 Produk

Dikenal sebagai merk yang identik dengan perhiasan yang berkilau, Swarovski bukanlah nama asing bagi publik Indonesia, terutama wanita. Kualitas kristal Swarovski serta kombinasinya terhadap produk yang dapat digunakan sehari-hari membuat Swarovski memiliki penggemarnya sendiri di tanah air. Simak ulasan khusus mengenai sejarah kristal Swarovski, bagaimana Swarovski dikenal di dunia fashion serta produk pengembangan lainnya hanya di artikel berikut.

Atur berdasarkan: Popularitas Harga
×
Kami sedang berupaya menyiapkan fitur ini untuk Anda. Simak selalu!

 Produk Rekomendasi

Daftar Harga Swarovski Terbaik 2018

10 Produk Terbaik Harga Toko
jam tangan wanita rantai 3929 Rp 350.000 Tokopedia
attelier peridot earring Rp 220.000 Tokopedia
perhiasan liontin kalung - cubix large pendant Rp 350.000 Tokopedia
jam tangan wanita 2720 Rp 250.000 Tokopedia
attelier bermuda blue heart necklace Rp 370.000 Tokopedia
swan crystal bracelet 18k rose gold plated Rp 210.000 Tokopedia
perhiasan liontin kalung charm - pave 101 crystal Rp 350.000 Tokopedia
jam tangan wanita 2705 Rp 250.000 Tokopedia
cincin emas klasik kristal elements cs18557 fliz Rp 200.000 Tokopedia
sw286 jam tangan wanita sw-1581 uk d=32cm Rp 179.000 Tokopedia
Terpopuler
jam tangan wanita rantai 3929

Tersedia di Tokopedia Rp 350.000 Kunjungi Toko

Anda mungkin juga menyukai

Swarovski Indonesia - Antara Sejarah, Seni dan Presisi

Ketika menonton film “Jupiter Ascending”, mungkin sebagian dari Anda tidak bisa berhenti menatap tubuh atletis Channing Tatum. Sedangkan sebagian lainnya, tidak bisa berhenti menatap keindahan gaun yang dikenakan Mila Kunis sepanjang film. Gaun dan aksesoris kepala yang digunakan oleh Mila Kunis memang dirancang khusus oleh perusahaan yang identik dengan kristal dan perhiasan berkilau, Swarovski.

Untuk berbagai gaun berkilau yang dikenakan oleh Mila Kunis sepanjang film “Jupiter Ascending”, Swarovski katanya menghabiskan sekitar 1, 3 juta kristal Swarovski yang kemudian menjelma menjadi 34 kostum. Tidak tanggung-tanggung, Swarovski menghabiskan waktu selama 2 tahun untuk menyelesaikan keseluruhan kostum dalam film ini.

Jika Anda adalah orang yang menyukai perhiasan, mungkin Anda tidak asing lagi mendengar brand Swarovski. Brand ini memang identik dengan perhiasan mewah dan berkilau yang ramai diminati oleh wanita. Namun, apakah Anda tahu bahwa ada banyak hal menarik lainnya dari brand yang sudah ada di pasaran sejak abad ke 19 ini?

Swarovski Indonesia Pada Awalnya

Jika Thomas Alva Edison menemukan bohlam elektrik yang dapat berpijar sepanjang hari dan menerangi gelapnya malam di tahun 1879, maka pencipta Swarovski, Daniel Swarovski menciptakan cara untuk menyimpan cahaya ke dalam bentuk kristal dan membuatnya menjadi perhiasan. Tahun 1895, Daniel mendirikan Swarovski di negara asalnya, Austria dimana ia mengenalkan teknologi untuk memotong kristal dengan presisi menggunakan mesin. Hasilnya, kristal tersebut dapat digunakan untuk berbagai perhiasan yang cantik dengan bentuk yang dapat disesuaikan.

“Big girls need big diamonds”. Begitu kata Elizabeth Taylor, seorang aktris Hollywood yang kemudian dikenal karena kegiatan filantropinya. Jauh sebelum Elizabeth Taylor terkenal dengan quote-nya ini, Daniel Swarovski sudah dapat mendengar keinginan wanita untuk memiliki intan permata. Namun, tentu saja harga intan tidak murah. Hal ini yang kemudian mendorong Swarovski untuk menciptakan perhiasan dari kristal. Membuat kristal layaknya intan dengan teknik pemotongan yang tepat. Hasilnya, kristal yang diproduksi oleh Swarovski sama berkilaunya dengan intan; tentu dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Selama bertahun-tahun setelah Swarovski didirikan dan memproduksi kristal, yang juga dikenal dengan gemstone, dunia mengenal Swarovski sebagai perusahaan yang identik dengan fashion karena produk kristalnya. Bahkan disebutkan, kristal yang diproduksi oleh Swarovski memiliki kualitas yang sangat tinggi bahkan orang awam sulit membedakannya dengan intan.


Swarovski Indonesia Dan Inovasi

Setelah selama beberapa dekade dikenal sebagai brand yang dekat dengan fashion dan perhiasan, generasi kedua dari Swarovski mengembangkan produk lainnya, yaitu lensa optik yang dapat diaplikasikan di berbagai produk, seperti kacamata dan binocular di tahun 1930. Tepat di tengah malam ketika Perang Dunia II pecah, anak dari Daniel Swarovski, Wilhelm memulai produksi binocular menggunakan lensa optik yang dikembangkan dari kristal Swarovski. Hingga saat ini, lensa optik yang dikembangkan oleh Wilhelm Swarovski menjadi prototype dari lensa optik yang diproduksi oleh Swarovski.

Tidak berhenti sampai ke lensa optik, Swarovski pun terus mengembangkan produknya untuk dapat bermanfaat untuk banyak orang. Sekitar tahun 1945, Swarovski mengembangkan produk industri, reflective glass; kaca yang dapat memantulkan cahaya ini kemudian mulai diproduksi oleh Swarovski. Reflective glass ini kemudian banyak diaplikasikan pada produk-produk industri, seperti lampu yang digunakan sepanjang terowongan, jalan bawah tanah ataupun jalan tol ketika malam hari. Mungkin Anda kini menyadari, sebenarnya lampu dan daya yang digunakan untuk menerangi jalan-jalan tadi tidak sebesar yang Anda bayangkan. Dengan adanya reflective glass, lampu dengan daya yang relatif kecil dapat dilipatgandakan cahayanya.

Dengan berkembangnya produk yang diproduksi oleh Swarovski dan tidak relevan dengan Swarovski yang dikenal memproduksi kristal dan juga perhiasan, Swarovski kemudian membuat anak perusahaan untuk produknya yang lain. Jika kini Anda mengenal Swareflex dan Tyrolit, brand-brand tersebut adalah bagian dari Swarovski yang memproduksi lensa optik dan produk turunan kristal lainnya untuk kebutuhan industri.

Swarovski Dikenal Luas

Meskipun sudah mengembangkan banyak produk melalui teknologi kristalnya, Swarovski ternyata belum dikenal secara global. Baru pasaran lokal yang mengenal baik produk Swarovski. Generasi ketiga dari Swarovski kemudian membawa babak baru untuk perusahaan ini. Adalah Manfred Swarovski, cucu dari Daniel Swarovski yang kemudian membawa produk kristalnya untuk dapat berkolaborasi dengan fashion designer ternama, Christian Dior. Untuk pertama kalinya, produk kristal gemstone dari Swarovski memiliki corak warna Aurra Borealis. Sentuhan warna pada kristal ini menandai awal mulanya Swarovski sebagai brand fashion yang dikenal global.

Di tahun 1965, Swarovski semakin dikenal di dunia fashion setelah memproduksi komponen kristal kecil yang dapat diaplikasikan ke dalam kostum; kemudian Swarovski memperkenalkan komponen kristal ini melalui kostum-kostum yang dibuat khusus untuk Metropolitan Opera House di New York, Amerika, dan juga Palace of Versailles di Perancis.

Tidak berhenti di situ, Swarovski kemudian memulai produksinya yang kemudian dikenal sebagai salah satu trademark dari Swarovski; kristal yang berbentuk tikus di tahun 1976. Sejak saat itu, Swarovski pun dikenal sebagai brand eksperimental dengan produk kristal yang membentuk beragam binatang.

Swarovski Indonesia Kini

Kini, Swarovski dikenal sebagai brand fashion yang dapat mengkombinasikan produk utamanya, kristal ke dalam banyak produk lainnya, seperti sarung untuk ponsel. Selain itu, Swarovski juga dikenal akan eksperimen-eksperimennya untuk memproduksi kristal dalam berbagai bentuk, seperti karakter Manga ataupun binatang. Selain itu, Swarovski pun kini memproduksi parfum yang dapat memberikan Anda kesegaran sepanjang hari.

Tahun ini, Swarovski merayakan 120 tahun keberadaan kristalnya di pasaran dunia dimana Swarovski pun meresmikan Swarovski Kristallwelten, sebuah museum sekaligus galeri yang menunjukkan berbagai produk kristal yang sudah diproduksi oleh Swarovski sejak pertama kali muncul di tahun 1895.

Jika Anda adalah bagian dari orang yang menghargai kecantikan, sejarah dan juga kesenian, berbagai produk dari Swarovski tidak boleh begitu saja dilewatkan!