Trend & Panduan

Insights

Teknologi

Produk Terbaik

iPrice Deals

Fashion & Kecantikan

Gaya Hidup

Keluarga & Anak

Produk
Kupon
Trend
Caranya
x
Trend & Panduan

Adidas Superstar dari Masa ke Masa, Mana yang Anda Suka?

19 September 2017 | Aldo Fenalosa

Eksistensi Adidas Superstar tak lekang waktu. Sejak tahun 1969, deretan kolaborasi dan make over dilakukan pada sepatu Adidas seri klasik ini.

Berani taruhan, Anda pasti sangat familiar dengan desain sepatu low-top strip tiga ini. Tapaknya rubber berwarna putih, upper kulit, lekukan tumit atasnya agak lancip, bagian toe-nya keras seperti cangkang kerang.

Anda tidak akan sulit mengingat Adidas Superstar. Tidak pula sulit menemukannya di lingkungan sekitar. Sepatu berdesain klasik ini adalah salah satu kesayangan banyak orang.

Sejak diluncurkan pertama kali tahun 1969, sepatu Adidas Superstar agaknya masih belum akan pudar dari kepopuleran. Cerita sepatu ini dimulai dari ranah basket Amerika. Pada awal era 70-an, Adidas Superstar dan olahraga basket Amerika sedang dalam hubungan yang mesra.

Kurang lebih, 75 % pemain basket NBA mengenakan sepatu ini saat bertanding di lapangan. Jika Anda googling, foto legenda hidup NBA, Kareem Abdyl-Jabbar, adalah yang paling ikonik mengenakan sepatu Adidas Superstar kala itu. Boom… populerlah sepatu ini.

Pada awal era 70-an, 75 % pemain basket NBA mengenakan sepatu ini saat bertanding di lapangan

Alih-alih hidup segan mati tak mau tergerus zaman, sepatu seri ini justru mampu berharmoni dengan perkembangan lifestyle. Semakin modern lifestyle manusia, semakin segar pula desain yang dihadirkan pada sepatu ini. Alhasil, sepatu itu nyaman terekam di benak setiap orang.

Kita tidak cuma berbicara lifestyle basket, tapi juga tentang musik, skateboard dan fashion yang berintegrasi manis dengan sneaker ini. Seri seperti Adidas Superstar Run-D.M.C dan Adidas Superstar Supercolor jadi bukti nyatanya. Sepatu tersebut bertransformasi jadi sebuah pop culture.

Dua tahun lagi, seri sepatu ini akan resmi mewarnai dinamika dunia selama setengah abad. Dalam kurun waktu yang tidak lagi seumur jagung itu, telah banyak desain dan kolaborasi dituangkan pada Adidas Superstar demi tampilan yang “awet muda”. Desain mana saja yang paling cutting edge?

Adidas Superstar 80s Clean White

Seri ini desainnya tergolong nyeleneh. Bila biasanya Adidas Superstar identik dengan tiga garis serong di sisi upper sepatu, maka Anda tidak akan menemukannya di Adidas Superstar 80s Clean White ini.

Sepatu yang diciptakan untuk merayakan 45 tahun keberadaan Adidas Superstar itu hadir dengan visual yang sangat “bersih” berbalut kulit putih dari bodi hingga ke bagian shell toe. Tak ada strip tiga. Hanya ada detail logo Adidas yang dibuat dari tinta emas pada area mata kaki.

Adidas Consortium Superstar 80v Metropolis

Jika Adidas Superstar 80s Clean White adalah wujud perayaan 45 tahun eksistensi Adidas Superstar, maka seri Metropolis ini merupakan perlambangan 10 tahun keberadaan seri Adidas Consortium Superstar.

Monochromatic heritage jadi pilihan desain pada seri ini. Material suede jadi bahan upper bodinya. Kesan megah layaknya arsitektur perkotaan dipancarkan oleh sepatu ini. Dan yang membuatnya makin istimewa, hanya ada 1000 pasang sepatu Adidas Consortium Superstar 80v Metropolis di dunia. Kode penomoran produksinya sendiri ditaruh di bagian tumit atas sepatu.

Adidas Superstar Futurecraft Leather

Jika Anda cenderung menyukai desain sepatu yang futuristik, maka Adidas Superstar Futurecraft Leather akan saying untuk dilewatkan. Sepatu ini dibuat dari dari satu lembar kulit yang diolah menggunakan laser 3D.

Proses canggih ini memberi presisi yang begitu mendetail pada setiap guratan desainnya. Tak hanya seamless, sepatu seri ini juga diproduksi terbatas, yakni 45 pasang saja.

Anda pilih yang mana?

Komentar Pengguna