Trend & Panduan

Insights

Teknologi

Produk Terbaik

iPrice Deals

Fashion & Kecantikan

Gaya Hidup

Keluarga & Anak

Produk

Kupon

Produk
Kupon
Trend
Wishlist
Hemat Sekarang!
Kategori
×
×
Keinginan Anda akan kami penuhi!
Pantau terus dan jadilah yang pertama memakai wishlist kami:
Wishlist adalah catatan belanja yang bermanfaat, dijamin!
Trend & Panduan

Belajar Make-up Sehat dari Seorang Bapak Kosmetik Alamiah, Shu Uemura

09 November 2017 | Aldo Fenalosa

Ada beberapa “candu” yang dilegalkan manusia. Dan bila dibuatkan daftarnya, prakarya buatan Shu Uemura dipastikan ada di dalamnya. Namanya yakni: kosmetik.

Entah bagaimana, tangan orang Jepang umumnya begitu fasih dalam hal prakarya. Mulai dari melipat-lipat kertas menjadi sebentuk origami yang penuh presisi hingga meracik sushi yang rasa dan teksturnya begitu paripurna. Semuanya merupakan hasil tangan-tangan cekatan yang kulitnya putih-putih itu.

Tangan orang Jepang sebenarnya bukan tangan berkekuatan super. Bukan, mereka bukan pula keturunan super hero Marvel yang bernama Iron Fist. Tapi kreativitas yang dihasilkan tangan orang Jepang entah mengapa berhasil mengungguli kita-kita, orang Indonesia.

Majalah Time suatu waktu pernah menyebut bahwa generasi Eddoko di Jepang terlahir dan tumbuh sebagai keturunan yang mampu mengembangkan sesuatu, memperbaharu sesuatu, hingga menciptakan sesuatu

Majalah Time suatu waktu pernah menyebut bahwa generasi Eddoko di Jepang terlahir dan tumbuh sebagai keturunan yang mampu mengembangkan sesuatu, memperbaharu sesuatu, hingga menciptakan sesuatu. Ada istilah umum merujuk kemampuan yang terakhir ditulis barusan, yaitu: pionir. Dikutip dari KBBI daring, kata pionir memiliki artian penganjur; pelopor; perintis jalan; pembuka jalan. Ya, kurang lebih seperti polisi cepek persimpangan lah… (eh bagian kalimat ini canda, kok!)

Buktinya sahih, dan tidak semata tentang origami atau sushi. Ada orang-orang Jepang yang berhasil bikin kendaraan untuk kebutuhan dunia. Mitsubishi, Suzuki dan Honda adalah nama-nama produk mereka.

Ada pula orang-orang Jepang yang berpengaruh di ranah elektronik. Produk mereka lebih banyak lagi. Beberapa di antaranya yakni Sony, Casio, Toshiba, Canon, sampai Fujifilm yang begitu digandrungi generasi fotografi kekinian. Lihat kan, negara asal Doraemon ini sungguh menonjol hampir di segala sektor, termasuk soal kecantikan, spesifiknya: kosmetik, spesifik lagi: kosmetik sehat.

Berbicara kosmetik, orang Indonesia belakangan ini sedang asyik dengan tren produk kecantikan asal Korea Selatan (pesan: jangan sebut Korea saja, karena Korea itu ada dua dan saling bertolak belakang). Bila ditilik, tren kecantikan ini merupakan turunan dari budaya pop Negeri Ginseng yang sedang naik daun.

Tapi sebenarnya, tentang kosmetik yang biasa digambarkan oleh visual nan cantik putih-putih melati itu justru lebih dulu dipengaruhi dari negara seberangnya. Jepang. Kosmetik memang telah hadir lama di dalam peradaban bani Adam dan Hawa. Namun kira-kira setengah abad lalu, orang Jepang bernama Shu Uemura menciptakan pencapaian baru pada kosmetik.

Mulanya, pria ini adalah makeup artist yang bekerja di Hollywood pada era 50-an. Setelah pulang ke Jepang, ia tidak lagi sekadar memoleskan produk kecantikan buatan Amerika di atas kulit wajah kliennya. Terlebih ketika itu banyak permintaan pasokan kosmetik dari pasar lokal Jepang.

Merasa telah penuh asam garam, Shu mencoba membuat kosmetik atas namanya sendiri. Bedanya, ia kukuh memilih filosofi “Beautiful makeup starts with beautiful skin” berbekal natural ingredient dalam pembuatan produk kosmetiknya. Kala itu, kosmetik sehat berbahan alami yang dapat mengakomodir kesehatan kulit masih jauh dari pemikiran orang-orang. Macam merkuri dan sebangsanya masih merajalela.

Ada dua bahan dasar utama yang dipakai untuk membuat produk kosmetik Shu Uemura, yakni;

  1. Mineral dari air laut dalam
  2. Ekstrak asian phyto-ingredients

Air laut dalam cenderung mengandung mineral cukup kaya. Berlimpahnya mineral baik untuk kulit karena dapat mencegah kelebihan produksi minyak hingga menjauhkan dari kanker kulit dan menjaga elastisitas kulit. Sedangkan asian phyto-ingredients adalah ekstrak dari bahan alami tumbuhan (Green tea, Aloe, Allantoin, Punica Granatum / Pomegranate, Lavender, Chamomile) yang memiliki banyak manfaat untuk kulit.

Shu tidak hanya membuat merek kosmetik sendiri dan meramu produk dari bahan alamiah. Ia pun menciptakan-benar-benar menciptakan-terobosan baru dalam dunia kosmetik melalui produk bernama cleansing oil. Lagi-lagi, ketika itu belum ada produk perawatan yang dapat membersihkan lapisan makeup dengan sempurna.

Cleansing oil itu pun berpegang teguh pada filosofi natural ingredient. Shu menggunakan kandungan minyak Camelia sebagai bahan utama dalam ramuan tersebut. Kalau bahasa marketing-nya, cleansing oil yang berbahan Camelia ini tidak hanya mampu membersihkan makeup. Tapi juga bermanfaat untuk memenuhi asupan nutrisi yang dibutuhkan wajah. Hingga kini, cleansing oil menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari per-makeup-an.

Nah, jadi pelajaran apakah yang bisa kita ambil dari kisah pria yang telah tutup usia pada tahun 2008 itu? Pesannya, jangan asal-asalan membeli produk kosmetik yang murah. Perhatikan pula kandungan bahannya, apakah sebenarnya baik untuk kesehatan kulit? Ingat filosofi yang didengungkan Shu Uemura, yakni makeup yang cantik itu dimulai dari kulit wajah yang menawan. Menawan karena kulitnya sehat.

Komentar Pengguna