Trend & Panduan

Lima Hal yang Diperhatikan Skater Saat Memilih Sneakers Vans

14 August 2017 | Theresia Clara

Sneakers sangat identik dengan skater, tapi ketika memilih sepatu untuk bermain skateboard tidak semua sneakers cocok digunakan. Berikut adalah lima hal yang harus diperhatikan skater saat memilih sneakers.

Sneakers dan skateboard bagaikan dua hal yang tidak terpisahkan. Sneakers yang dipakai oleh skater alias pemain skateboard tentu saja berbeda dengan sneakers yang dipakai oleh pemain basket. Hal ini dapat dilihat mulai dari bahan, fitur hingga teknologi yang terdapat pada sneakers tersebut. Sneakers yang sering dipakai oleh para skater adalah sneakers dengan bahan kanvas. Saat ini, popularitas sneakers berbahan kanvas sedang booming-booming-nya di Indonesia, salah satunya adalah sneakers Vans. Sneakers Vans telah dipakai oleh para skater di California, Amerika sejak tahun 1970-an dan seiring dengan perkembangan jaman telah menjadi lebih dari sekedar sneakers untuk skater. Sekarang, sneakers Vans juga banyak dipakai oleh para musisi, surfer, pemain BMX dan orang awam yang suka mengoleksi sneakers dan tampil casual!

Penampilan skater memang casual dan apa adanya, tapi sebenarnya skater sangat spesifik ketika memilih baju dan sepatu untuk bermain skateboard!

Bagi Anda yang hobi bermain skateboard atau baru belajar bermain skateboard, tidak semua sneakers dapat dipakai untuk bermain skateboard, lho! Penampilan skater memang casual dan apa adanya, tapi sebenarnya skater sangat spesifik ketika memilih baju dan sepatu untuk bermain skateboard! Misalnya, apakah panjang kaos Vans yang dipakai pas dan nyaman ketika berputar, apakah stiker yang ditempel pada skateboard mereka miring dan sebagainya, termasuk sneakers. Selama ini, sebagian besar skater memilih sneakers Vans berdasarkan kenyamanan. Kali ini, mari kita lihat apa pendapat para desainer dan pembuat sneakers mengenai sneakers Vans yang cocok untuk para skater.

Sol Luar Sneakers VansCupsole atau Vulcanized?

Perhatikan deh sol luar sneakers Anda. Ternyata, sol luar sneakers dibuat dengan dua metode, yaitu cupsole dan vulcanized. Poin yang satu ini untuk menambah wawasan saja, karena mata orang awam tidak dapat membedakan sol luar yang diciptakan dengan metode cupsole atau vulcanized, namun Anda dapat bertanya pada penjaga toko. Cupsole adalah metode dimana sol luar sneakers diciptakan dengan suhu yang lebih panas dari metode vulcanized serta dicetak secara cepat. Proses ini hanya memakan waktu sekitar 90 detik saja. Sementara itu, vulcanized adalah metode dimana sol luar sneakers diciptakan ketika karetnya masih lembut. Sneakers tersebut kemudian diletakkan di dalam oven dan dipanggang dengan suhu yang tidak terlalu tinggi untuk beberapa saat. Nah, sneakers Vans dan beberapa merek sneakers populer lainnya menggunakan metode vulcanized. Sebenarnya tidak ada hubungan mengenai keawetan sneakers dengan metode cupsole atau vulcanized, namun Anda dapat merasakan perbedaannya ketika bermain skateboard, saat melompat lalu menapak pada tanah. Cara terbaik untuk menentukan sneakers dengan metode pembuatan sol luar mana yang Anda sukai adalah dengan mencoba keduanya.

Model Sneakers Vans - Hightop atau Lowtop?

Jika Anda perhatikan, ada dua model sneakers di pasaran, yaitu hightop dan lowtop. Hightop adalah sneakers yang tingginya di atas mata kaki, sementara lowtop adalah sneakers yang tingginya semata kaki. Banyak yang berasumsi bahwa sneakers hightop dipakai untuk bermain basket dan sebagai pelengkap fashion sementara sneakers lowtop dipakai oleh para skater dan anak sekolah. Asumsi ini tentu saja salah! Skater dapat memilih model sneakers mana yang mereka inginkan, tergantung dari kenyamanan dan selera. Misalnya, jika seorang skater pernah mengalami cedera pada pergelangan kakinya ketika bermain skateboard, mereka akan lebih cenderung memilih sneakers bermodel hightop untuk memberikan perlindungan ekstra pada kaki mereka. Bahkan, banyak juga skater yang memakai pelindung pergelangan kaki plus sneakers hightop agar pergelangan kaki mereka lebih terlindungi jika sewaktu-waktu papan skateboard meluncur dan mengenai pergelangan kaki.

Memilih Material Sneakers Vans – Suede, Kulit, Kulit PU atau Kanvas?

Sneakers yang terbuat dari material suede dan kulit memang terlihat sangat elegan dan menarik, namun bukan merupakan favorit para skater karena cepat rusak. Untuk apa mengeluarkan banyak uang jika sneakers tersebut cepat rusak? Selain itu, jika sering dipakai untuk bermain skateboard, sneakers dengan bahan suede dan kulit juga mudah melar. Sneakers yang terbuat dari kulit PU alias kulit sintetis akan memberikan sedikit efek mengkilap, namun lebih tahan lama dan tidak mudah melar. Nah, sneakers yang berbahan kulit PU nyaman dipakai untuk sehari-hari, namun tidak begitu nyaman ketika dipakai untuk bermain skateboard. Rasanya ada yang janggal, begitu… Sementara itu, banyak skater memilih sneakers berbahan kanvas karena nyaman dipakai. Jika Anda sering bermain skateboard, pilihlah sneaker berbahan kanvas yang didesain dengan Duracap. Duracap adalah semacam karet vulcanized yang menempel pada bagian belakang kanvas, sehingga sneakers Anda tidak mudah sobek, bolong atau melar, terutama pada bagian jempol kaki.

Polyurethane Sock Liners – Membuat Sneakers Vans Nyaman Hingga Bertahun-tahun

Sebagian besar sneakers Vans koleksi Pro Skate diciptakan dengan liner kaos kaki berbahan poliuretan yang dapat dicopot. Liner kaos kaki poliuretan sangat kuat dan awet sehingga tahan lama. Ada beberapa sneakers yang menggunakan liner kaos kaki berbahan EVA (ethylene vinyl acetate), seperti merek Nike, namun bahan EVA akan terkikis jauh lebih cepat dari poliuretan. Liner kaos kaki berbahan poliuretan akan memberikan kenyamanan yang sama ketika Anda bermain skateboard dengan sneakers Vans yang sama selama bertahun-tahun karena ketinggian dan ketebalannya tidak akan berubah.

Lidah Sneakers Vans – Puffy atau Slim?

Ada dua macam lidah sneakers, yaitu puffy alias gembung dan slim alias tidak gembung. Lalu, lidah sneakers mana yang paling cocok untuk skater? Sebenarnya, menyangkut soal model lidah sneakers, hal ini tergantung dari selera masing-masing. Lidah sneakers, baik puffy atau slim, tidak berpengaruh pada kenyamanan atau gerakan skater ketika bermain skateboard. Misalnya, sneakers Vans “The Chima” yang merupakan hasil kolaborasi dengan skater Australia pouler, Chima Ferguson, memiliki lidah yang agak menggembung karena memang si skater memilih desain yang seperti itu.

Singkat cerita, ketika memilih sneakers untuk bermain skateboard, perhatikan sol luar, model sneakers, material, liner kaos kaki dan model lidah sneakers tersebut. Agar lebih irit, dapatkan saja produk Vans secara online, biasanya ada banyak diskon menarik! Selamat bermain skateboard!

Komentar Pengguna