Trend & Panduan

Insights

Teknologi

Produk Terbaik

iPrice Deals

Fashion & Kecantikan

Gaya Hidup

Keluarga & Anak

Produk
Kupon
Trend
Caranya
x
Trend & Panduan

Perang Sneakers Antara Nike dan adidas Telah Berakhir!

01 August 2017 | Theresia Clara

Ada dua tipe pencinta sneakers, yaitu mereka yang mengoleksi sneakers dari berbagai merek dan mereka yang setia pada satu merek. Dari semua merek sneakers, Nike dan adidas seringkali menjadi perbandingan karena memiliki fans yang banyak. Itu dulu, sekarang perang sneakers antara Nike dan Adidas telah berakhir!

Nike dan adidas, mana yang lebih baik? Jika menyangkut soal sneakers, Nike dan adidas adalah dua merek yang sangat gencar melakukan kolaborasi. Entah dengan atlit, musisi, penyanyi, selebriti dan artis, kedua merek sneakers ini berhasil menyingkirkan para pesaing mereka dan menjadi yang terdepan. Untuk pencinta sneakers yang mengoleksi berbagai macam sneakers, merek tak menjadi masalah yang penting adalah desain serta sosok yang berkolaborasi dengan merek tersebut. Namun, bagi die-hard fans Nike dan adidas, mereka sering berdebat bahwa merek sneakers favorit mereka lebih baik. Perang sneakers antara Nike dan adidas seringkali menjadi perdebatan, bahkan tak jarang menjadi topik skripsi anak kuliah.

Dalam artikel ini, perang sneakers antara Nike dan adidas akan diambil dari sudut pandang kolaborasi kedua merek tersebut. Siapa yang lebih kreatif, menonjol dan hebat dalam kolaborasi, Nike atau adidas? Sebuah artikel yang dimuat pada highsnobiety.com karya Chris Danforth baru-baru ini menjelaskan semuanya: tidak ada perang sneakers antara Nike dan adidas dalam hal kolaborasi!

Siapa yang lebih kreatif, menonjol dan hebat dalam kolaborasi, Nike atau adidas?

Sneakers Nike – Populer Berkat Mendahulukan Kepentingan Pemakai

Setiap kali Nike mendesain sneakers, Nike selalu memikirkan siapa pemakai sneakers tersebut, fitur-fitur apa saja yang harus ada dalam sneakers tersebut serta siapa yang tepat untuk diajak berkolaborasi. Jika Nike adalah seorang manusia, ia adalah seseorang yang deep thinker alias seseorang yang berpikikir jauh! Sejak dulu, Nike dikenal dengan kolaborasi sneakers mereka dengan atlit-atlit beken, namun kolaborasi sneakers Nike lebih dari sekedar kolaborasi.

Jika Nike adalah seorang manusia, ia adalah seseorang yang deep thinker alias seseorang yang berpikikir jauh!

Misalnya saja, sneakers Nike GYAKUSOU tercipta hasil kolaborasi dengan Jun Takashi, desainer UNDERCOVER yang hobi berlari. Kebetulan juga, para pencipta Nike juga hobi berlari sehingga muncullah ide kolaborasi tersebut. Selain berkolaborasi dengan desainer, banyak juga sneakers Nike yang berkolaborasi dengan merek-merek beken seperti Supreme, Patta, Stussy dan merek streetwear beken lainnya.

Jika diperhatikan, merek dan tokoh yang dipilih Nike untuk kolaborasi sneakers mereka memiliki latar belakang yang sangat menarik dan merupakan yang terdepan di arena mereka. Karena inilah sneakers kolaborasi Nike memiliki impak yang lebih mendalam terhadap die-hard fans mereka, plus inovasi-inovasi pada setiap sneakers yang membuat pemakainya kagum.

Sneakers adidas – Populer Berkat Kolaborasi dengan Musisi dan Fashion

Banyak penggemar adidas berpendapat bahwa koleksi sneakers adidas lebih funky dan kreatif dari koleksi sneakers Nike. Hal ini mungkin ada benarnya karena target audience sneakers adidas adalah kaum milenial umur 18-25 tahun pencinta streetwear. Dalam hal kolaborasi dan desain, adidas cenderung berkolaborasi dengan penyanyi, musisi serta tokoh-tokoh beken dalam dunia fashion. Untuk target audience ini, sneakers hasil kolaborasi dengan Kanye West, Raf Simonds dan Palace Skateboards tentunya sangat menarik hati penggemar setia mereka. Ditambah lagi, kini adidas sangat gencar dengan akaun Instagram mereka sehingga kolaborasi dengan musisi-musisi terkenal akan mendongkrak popularitas mereka.

adidas juga menggaet desainer beken asal Jepang, Yohji Yamamoto untuk mendesain sneakers mereka, yaitu Y-3 beberapa tahun yang lalu. Rumornya sih, adidas juga menggaet desainer sepatu beken asal Jepang, Hender Scheme, dalam kolaborasi sneakers yang akan diluncurkan pada pertengahan tahun ini!

Hal ini mungkin ada benarnya karena target audience sneakers adidas adalah kaum milenial umur 18-25 tahun pencinta streetwear.

Tidak ada alasan yang jelas mengapa adidas menggaet para musisi dan desainer terkemuka untuk berkolaborasi mendesain sneakers mereka, tapi yang pasti adidas berhasil mendapat jutaan fans setia dari seluruh penjuru dunia. Singkat kata, strategi kolaborasi mereka sangat pas dengan target audience! Untuk poin ini, saya sendiri sebenarnya setuju dengan pernyataan bahwa desain sneakers adidas lebih modis dari desain sneakers Nike. Sekarang saya tahu mengapa, hehe!

Kesimpulannya, soal marketing adidas lebih ‘gahar’ dan aktif daripada Nike yang kalem tapi dalem. Sneakers adidas dapat menjadi pilihan jika ingin mejeng dan tampil modis, sementara sneakers Nike selain desain yang ciamik juga menunjukkan kepribadian serta menjawab kebutuhan Anda. Nike dan adidas jelas memiliki sudut pandang dan target audience yang berbeda, maka sudah sepatutnya perang sneakers antara Nike dan adidas berakhir.

Komentar Pengguna