Trend & Panduan

Insights

Teknologi

Produk Terbaik

iPrice Deals

Fashion & Kecantikan

Gaya Hidup

Keluarga & Anak

Produk

Kupon

Trend & Panduan

Transformasi Hugo Boss, Dari Produsen Pakaian Nazi Menjadi Pakaian Formal Orang Berada

10 November 2017 | Aldo Fenalosa

Adolf Hitler saja mengenakan pakaian buatan Hugo Boss. Lalu mengapa Anda justru emoh?

Jangan sekali-kali menggunakan produk Hugo Boss jika Anda bukanlah representasi orang yang modern, ambisius, intelektual, dan berkepribadian extrovert yang mudah bergaul dengan orang lain. Merek fashion kelas tinggi asal Jerman ini telah menjadi salah satu aspek penampilan mereka yang digambarkan di atas, bahkan sejak dunia masih belum sedamai sekarang.

Lihat saja siapa ambasador merek yang punya 2,9 juta pengikut di platform Instagram itu. Ada (pemeran) tokoh Thor, Chris Hemsworth, dan juga Zaf Efron, seorang idola remaja perempuan masa kini. Terdengar arogan? Tidak juga. Tidak bila Anda terlebih dahulu tahu latar belakang brand tersebut.

Sejatinya, ada banyak brand mewah yang telah lahir jauh sebelum London diakui sebagai Kota Mode saat masa pemerintahan Ratu Victoria. Rolex misalnya, yang lahir 112 tahun lampau. Hugo Boss juga begitu. Merek ini termasuk sepuh bila diibaratkan sebagai tokoh dalam pewayangan. Sebab, Hugo Boss lahir pada tahun 1924.

Semua tipe pakaian perang para Jenderal Nazi juga dibuat dari mesin jahit usaha rumahan Hugo Boss

Perusahaan fashion itu lahir di tangan seorang pria bernama Hugo Ferdinand Boss. Kala itu, Boss merintis sebuah perusahaan penyuplai seragam jadi untuk instansi-instansi pemerintahan di Jerman. Dan karena periode tahun itu partai Nazi sedang berkuasa, maka semua instansi berada di bawah partai tersebut.

Semua tipe pakaian perang para Jenderal Nazi juga dibuat dari mesin jahit usaha rumahan Hugo Boss. Mulai dari mereka yang di batalion SS, SA, hingga seragam Adolf Hitler muda. Setidaknya, itulah yang dituturkan Eckhard Trox, seorang ahli seragam perang, yang lalu dipublikasikan New York Times.

Setelah perang usai dan semua orang mulai menata hidup indah mereka, Hugo Boss mulai merancang pakaian untuk konsumen yang lebih global. Tahun 1950 mulai rebranding, tahun 1970 labelnya naik kelas jadi merek fashion tingkat tinggi.

Di era yang (katanya) milenial ini, posisi Hugo Boss masih cukup eksis dalam peta fashion dunia. Tak sekadar memproduksi pakaian, Hugo Boss juga jadi nama yang paling dicari dalam soal wewangian. Baik itu pria maupun wanita.

Yang terbaru, label ini merilis seri tas yang diperuntukkan pada socialite pemuja penampilan. Seri tas ini terdiri dari tote bag, portofolio bag, clutch, dan card case. Desain seri produk ini terinspirasi dari ragam pattern geometris yang dinamis.

Tak hanya memainkan pattern, koleksi tas ini pun memainkan warna yang sungguh segar. Bila sepenuhnya ingin menjadi pusat perhatian, maka produk terbaru Hugo Boss ini tak akan mau Anda lewatkan!

Komentar Pengguna