Trend & Panduan

Kisah Mereka yang Move On dari Mantan, Bisa Jadi Obat Mujarab Buatmu!

13 September 2017 | Aldo Fenalosa

Kandas dalam percintaan tidak selamanya membuat seseorang gagal menjalani hidup. Sejumlah orang berhasil membuktikan patah hati itu ada obatnya.

Setiap orang pasti pernah mengalami momen jatuh yang teramat di dalam hidupnya. Entah itu jatuh yang literally jatuh, nyungsep, hingga jatuh dalam urusan yang lebih serius seperti dalam karir atau dalam percintaan.

Efek kejatuhan keduanya memunculkan sebuah kata yang sama. Jatuh dalam karir pekerjaan memunculkan kata mantan yang berkembang jadi frasa mantan bos, mantan partner, mantan kolega, mantan anak buah.

Mantan, move ondan gagal adalah tiga kata yang akrab pada mereka yang jatuh dalam percintaan

Sedangkan jatuh dalam urusan percintaan hanya akan memunculkan satu frasa, yakni mantan pasangan. Meski cuma satu, “mantan pasangan” memberi efek yang sangat masif untuk hati yang ditinggalkan. Bagi seorang pencinta, patah hati adalah representasi paling nyata dari pepatah “bagaikan petir di siang bolong”.

Saking tidak siapnya hati ini, maka tidak mudah menerima kenyataan yang ada. Padahal nyaris semua saran obat patah hati dari karib dekat sudah dicoba, mulai dari belanja produk fashion di toko online, short getaway demi me-time, sayangnya penyegaran di kepala tidak kunjung tiba. Mantan, move on dan gagal adalah tiga kata yang akrab pada mereka yang jatuh dalam percintaan. Pelik.

Namun, walau rasanya lebih susah dari ujian SMPTN, ada orang-orang yang berhasil move on dari mantan. Malah tak sekadar move on, kematangan diri yang mereka dapat dari proses itu memberikan hal yang tidak diduga-duga. Siapa mereka? Apa pula “obat” mereka untuk beranjak dari kejatuhan? Berikut kisahnya.

Rafael Mantesso

Rafael Mantesso adalah seorang seniman grafis asal Brazil yang kini menjelma sebagai salah satu ilustrator populer di dunia. Turning point dalam karir pria berkacamata ini diawali oleh kejatuhan dalam percintaan. Saat hari ulang tahun ke 30, ia resmi berpisah dengan sang istri. Rafael nyaris kehilangan semuanya.

Sang istri pergi tak hanya meninggalkan pecahan hati. Ia juga membawa isi semua isi apartemen yang tadinya jadi milik mereka berdua, mulai dari peralatan masak, furniture, foto-foto, dekorasi. Satu yang disisakan pada Rafael hanyalah seekor anjing bull terrier yang bernama Jimmy Choo. Tapi siapa nyana, situasi itu adalah obat mujarab Rafael untuk move on.

Jimmy dan apartemen yang kosong menginspirasi Rafael menyibukkan diri. Ia menuangkan imajinasi dan kegelisahannya dengan membuat berbagai ilustrasi kreatif yang menempatkan Jimmy sebagai tokoh utamanya. Hasil ilustrasi itu lalu diunggah Rafael ke media sosal. Dan pada akhirnya karya-karya yang nyeleneh itu pun viral. Rafael lalu membukukan ilustrasi anjing tercintanya dengan judul “A Dog Named Jimmy”.

Rafael, Jimmy dan buku ilustrasi mereka mereka semakin viral. Tak sekadar terkenal, mereka pun meraup untung komersil. Berbagai brand menawarkan kerjasama dengan mereka, mulai dari Jimmy Choo yang benar-benar merek fashion itu hingga brand makanan anjing, Pedigree.

Tinker Hatfield

Bila kamu mengaku penggemar sneaker, maka tentu nama seorang Tinker Hatfield tidak lagi asing di telinga. Tapi bila wawasan tentang sepatu kamu biasa-biasa saja, Tinker Hatfield adalah sosok desainer utama setiap sepatu Nike. Kisah kejatuhan Tinker sejatinya bukan untuk urusan percintaan.

Sebelum namanya melambung di ranah industri sepatu, ia adalah pemuda yang berjuang untuk meraih kesuksesan karir sebagai atlet atletik. Tapi, cedera kaki pada akhirnya membuat Tinker harus melupakan lintasan atletik.

Beruntung, pepatah “badai pasti berlalu” bukan hanya isapan jempol. Tinker, mengkompromikan pikiran dan menuangkan hasrat karirnya pada bidang yang masih dekat dengan ranah atletik. Ia memutar otak menciptakan sepatu yang harus bisa melindungi kaki-kaki atlet dari cedera. Hingga, Tinker berhasil mendesain sepatu olahraga berteknologi tinggi, Nike Air Max. Tak perlu dijabarkan lagi, sepatu itu sekarang merupakan bagian peradaban alas kaki manusia.

Adele

Kamu tentu tidak asing dengan kisah seorang Adele. Situasi negatif yang dia alami dalam percintaan menjadi inspirasi dalam berkarya. Adele menulis album tentang patah hati itu nyatanya berhasil terjual belasan juta kopi di seluruh penjuru dunia.

Komentar Pengguna