Trend & Panduan

Insights

Teknologi

Produk Terbaik

iPrice Deals

Fashion & Kecantikan

Gaya Hidup

Keluarga & Anak

Produk

Kupon

Trend & Panduan

Peralatan yang Perlu Dibawa Untuk Ikut Tes CPNS 2018

21 September 2018 | Aldo Fenalosa

Mumpung lowongan CPNS 2018 sudah dibuka, waktunya persiapkan diri sebaik-baiknya.

Lowongan pegawai negeri sipil (PNS) telah dibuka. Tahapan pendaftarannya diperkirakan akan mulai pada tanggal 26 September 2018 ini. Nantinya ada 76 kementerian dan 525 instansi daerah yang akan menampung para PNS baru. Tentunya ini jadi kabar baik paling ditunggu-tunggu oleh banyak orangtua yang ingin anak-anak mereka merintis karir di lingkungan pemerintahan.

Kabar ini juga menjadi angin segar untuk kamu yang ingin berkontribusi langsung pada negara dari jalur kepegawaian. Pekerjaan sebagai PNS kerap dianggap menarik karena bukan hanya dekat dengan segala yang berhubungan dengan pengabdian pada negara, tapi juga karena gaji yang menjanjikan. Karenanya, pengumuman lowongan CPNS selalu diiringi oleh atensi besar dari jutaan orang di negeri ini.

Selama kamu adalah orang Indonesia tulen, maka peluang menjadi PNS akan sama rata dengan warga negara Indonesia lain. Tapi tentu kematangan persiapan akan membedakan besaran potensi lulusmu dibandingkan peserta lain. Nah, apa saja yang perlu kamu siapkan agar perjuangan mengikuti tes CPNS 2018 ini tidak sia-sia belaka? Berikut ada empat benda yang harus kamu siapkan sedini mungkin sebelum mengikuti tes CPNS.

1. Pakaian Tes CPNS

Pakaian adalah hal sederhana tapi krusial jika kamu ingin mengikuti tes CPNS. Dalam tes ini, semua peserta jenjang tes S1 diwajibkan mengenakan kemeja putih tak bercorak dan celana hitam. Juga hanya sepatu pantofel hitam yang boleh dipakai sebagai alas kaki. Jika aspek berpakaian ini saja gagal kamu penuhi, jangan harap bisa melangkah jauh hingga tahapan tes terakhir.

2. Alat Tulis

Platform tes CPNS beberapa tahun terakhir telah mengalami perubahan signifikan. Jika dulu para peserta harus membawa alat tulis yang lengkap -mulai dari pensil 2B, penghapus, pulpen, penggaris dan sebagainya-, kini peserta dihadapkan pada tes berbasis komputer. Meski pengerjaan materi soal tes CPNS tidak lagi memerlukan alat tulis, tapi kamu harus tetap siap dengan hal-hal tidak terduga. Siapa tahu kamu tiba-tiba memerlukan pulpen karena harus mengisi suatu dokumen secara manual dengan segera. Maka, tidak ada salahnya menyiapkan alat tulis untuk menghadapi tes CPNS 2018.

3. Materai Tempel

Setiap dokumen pernyataan yang memerlukan keabsahan hokum butuh dibubuhi materai tempel. Begitu pula beberapa syarat untuk pendaftaran CPNS 2018, khususnya bagi peserta jenjang pendidikan SMA/sederajat. Meski tergolong mudah didapat, tapi stok materai tempel bisa tiba-tiba habis saat momen seperti pendaftaran CPNS ini. Hal itu mudah dihindari bila kamu sudah lebih dulu memiliki materai dalam jumlah yang mencukupi. Kamu malah bisa patungan bersama para pejuang CPNS lain agar lebih hemat.

4. Buku Materi Simulasi Tes CPNS

Setelah kamu sudah melengkapi semua perintilan di atas, maka kini waktunya mempersiapkan wawasan untuk menghadapi materi soal tes CPNS 2018. Jika tidak tahu akan memulai dari mana, maka buku materi simulasi tes CPNS bisa jadi awal yang baik. Buku-buku tes CPNS akan memberi gambaran mengenai soal apa saja yang biasanya muncul untuk menguji peserta. Kamu juga bisa mengetahui pola tes yang biasa muncul. Dengan begitu, kamu dapat lebih tenang dan mudah memanfaatkan waktu ketika tes berlangsung.

Gramedia Tomorrow Is Today Buku Kehidupan Bisnis
Dari Rp 80.000 Gramedia Tomorrow Is Today Buku Kehidupan Bisnis, Kisah pilu seperti itu tentu tak hanya dialami seorang musisi. Dalam dunia bisnis dan pemerintahan sangat biasa kita saksikan sikap mental inferior dan fatalistik di antara para eksekutif dan entrepreneur. Mereka khawatir terhadap banyak hal. Berbicara dengan nada sedih, seorang pengusaha yang pernah berjaya merespons model baru bisnis yang digerakkan orang-orang muda, "Apa saya tutup saja semua usaha saya di sini? Pemerintah tak peduli dengan kami. Ribuan tenaga kerja terancam." Perubahan itu pasti. Sayangnya tak semua orang mau berubah, sebagian malah terperangkap dalam "masa lalu", masa-masa emasnya yang tak ada lagi. la berpikir zaman keemasan itu akan ada terus, dan bila hilang, ia pun tetap berpikir cara lamalah yang benar. Buku lanjutan tentang disruption ini, bukan untuk menjelaskan lagi tentang disruption itu sendiri. Penulis ingin mengajak Anda melihat apa yang dilakukan eksekutif Indonesia yang menyadari adanya ancaman disruption. Ancaman yang bisa membuat mereka mati, atau minimal, kesakitan. Alih-alih membiarkan perusahaannya mati, meski kadang perubahan terus-menerus memicu frustrasi, sebagian dari mereka justru merespons secara inovatif dan melakukan self disruption. Walaupun masih banyak juga yang tanpa menyadari telah mengambil jalan bunuh diri, terperangkap oleh masa lalunya, seperti Nokia atau Kodak. Apa pun profesi dan latar belakang Anda, jangan lewatkan membaca buku yang menggugah dan mencerahkan ini!

Komentar Pengguna