Trend & Panduan

Insights

Teknologi

Produk Terbaik

iPrice Deals

Fashion & Kecantikan

Gaya Hidup

Keluarga & Anak

Produk

Kupon

Trend & Panduan

Tamiya, Utak-atik Mobil Plastik nan Fantastik

01 August 2017 | Aldo Fenalosa

Bila Anda membaca artikel Tamiya ini, maka entah Anda sudah cukup berumur atau masih sangat anak-anak karena mainan ini baru populer lagi sejak tiga tahun belakangan.

Suara mesinnya tidak sekadar mencicit, tapi menderu-deru menyebabkan putaran keempat bannya tampak berbayang. Memberi impresi bahwa mainan ini bertenaga besar di balik bodinya yang mini. Mobil Tamiya memupuk adiksi kebut-kebutan di masa kecil.

Saya masih ingat betul ketika pertama kali memiliki mobil plastik bersistem 4WD itu. Senangnya bukan main ketika kotak pipih persegi panjang bergambar mobil balap strip biru dan putih (yap, si Magnum) itu berhasil digenggam. Maklum, kala itu demam Tamiya sedang tinggi-tingginya. Apalagi acara kartun hari Minggu pagi selalu menyuguhkan cerita anime balap-balapan mobil Tamiya berbumbu kenaifan ala para bocah yang selalu ingin berkompetisi.

Utak-atik Tamiya memunculkan sensasi dan imajinasi laksana seorang mekanik ajang F1 di pit pinggir lintasan balap

Tapi jangan harap dapat langsung melesatkan mobil balap mini ini dan menjadi seorang pemenang. Setelah kotaknya dibuka, saya yang waktu itu masih usia sekolah dasar “dipaksa” untuk menerima kenyataan bahwa tidak ada yang instan di dunia ini, termasuk dalam bermain sekalipun. Si Magnum yang legendaris itu masih terpisah-pisah dalam beberapa bagian, menunggu sentuhan (baca: rakitan) pemiliknya. Bukan seperti mainan mobil lain yang utuh, siap untuk dimainkan kapan saja.

Merakit mobil Tamiya tidak dibutuhkan keahlian khusus. Tapi ibarat pepatah tak ada gading yang tak retak, tak sedikit anak kecil yang tidak sengaja membuat mobilnya cacat saat proses perakitan. Ada saja yang patah atau hilang, entah pada bagian gear atau sasis. Penyebab utamanya karena kala itu tidak ada referensi yang memadai dalam merakit Tamiya.

Ada sih buku panduannya yang berbahasa Inggris atau Bahasa Jepang. Sayang, tidak banyak teman-teman sepantaran yang fasih salah satu bahasa itu. Jadi proses perakitan ini lebih cocok disebut sebagai utak-atik alias coba-coba.

Sebelum anak-anak yang sering ikut lomba Tamiya dianggap jago, mereka pasti melewati proses utak-atik ini. Dasar anak-anak, utak-atik Tamiya memunculkan sensasi dan imajinasi laksana seorang mekanik ajang F1 di pit pinggir lintasan balap. Utak-atik sasis, bearing hingga mesin dinamo demi kesempurnaan lesatan mobil Tamiya. Dan aspek inilah yang memunculkan kebanggaan tersendiri untuk mereka. Hampir semua anak lelaki ingin jadi sosok fantastik karena mobil plastik itu.

Utak-atik tentu tidak hanya dilakukan pada satu part mobil Tamiya. Ada banyak bagian yang musti dipreteli lalu dipasang lagi dengan part yang lebih menjanjikan. Yang paling utama, pemilik mobil Tamiya mengganti mesin dinamo bawaan kotak dengan dinamo yang lebih kencang.

Dilansir dari situs Mini4wd Indonesia, dinamo paling kencang yang digunakan untuk mobil Tamiya adalah dinamo berjenis Plasma Dash. Dinamo ini berkecepatan maksimum 25.000 rpm dengan beban. Tapi, dinamo jenis ini memakan energi yang lebih besar. Baterai biasa tidak akan cukup menyuplai energi saat balapan. Karena itu, banyak yang menggunakan baterai isi ulang dengan daya besar.

Dinamo paling kencang yang digunakan untuk mobil Tamiya adalah dinamo berjenis Plasma Dash, berkecepatan maksimum 25.000 rpm dengan beban.

Pemilik mobil Tamiya juga mengutak-atik sasis dan ban. Sasis dan ban bawaan cenderung sulit mengakomodir kecepatan yang dihasilkan dinamo semacam Plasma Dash. Bila Anda memaksakannya, maka akan semakin besar kemungkinan terlemparnya mobil dari lintasan karena sasis yang tidak seimbang atau ban yang tidak menggigit. Seperti simulasi di dunia balapan nyata, ya!

Selain itu, pemilik mobil Tamiya juga sering menggunakan pelumas berbentuk pasta untuk melicinkan gear di dalamnya. Lalu bagaimana bila pelumas bawaan Tamiya telah habis? Karena tak ada rotan akar pun jadi, banyak anak-anak menggunakan oli pelumas mesin jahit sebagai ganti pasta pelumas Tamiya.

Nah, bagian apa yang paling sering Anda utak-atik agar mobil Tamiya jadi lebih ngacir?

Komentar Pengguna