Trend & Panduan

Siapa Aplikasi E-wallet dengan Pengguna Terbanyak di Indonesia?

12 August 2019 | Vivin Dian Devita

Inilah rangking 10 besar aplikasi e-wallet yang paling populer di Indonesia sejak 2017-2019.

Layanan mobile payment semakin populer seiring meningkatnya pemakaian smartphone hingga 70% dalam lima tahun terakhir di Indonesia. Terlebih, semakin banyak pilihan aplikasi e-wallet tanpa kartu untuk bertransaksi. Berdasarkan data dari Bank Indonesia, sudah ada 38 e-wallet yang mendapatkan lisensi resmi. Pada tahun 2018, transaksi e-wallet di Indonesia mencapai angka USD1.5 miliar dan diprediksikan akan meningkat menjadi USD 25 miliar pada tahun 2023. Tapi siapakah e-wallet paling popular di Indonesia?

iPrice Group berkolaborasi dengan perusahaan analisis data terpercaya App Annie, berusaha merangkum olahan data yang lebih baik mengenai aplikasi e-wallet paling populer di Indonesia. Menggunakan data jumlah download aplikasi dan pengguna aktif bulanan, riset ini menghadirkan statistik yang lebih konkret untuk mengetahui siapa saja aplikasi e-wallet di Indonesia. Artikel dan olahan data ini akan terus diperbaharui secara berkala demi menjaga validitas informasi terkait e-wallet.

Dari olahan itu, ada 10 temuan utama dari aplikasi e-wallet paling popular di Indonesia:

1. Aplikasi E-wallet lokal masih mendominasi metode pembayaran cashless di Indonesia.

Banyaknya pemain lokal di industri fintech Indonesia menjadikan aplikasi e-wallet lokal masih sebagai primadona untuk solusi cashless di Indonesia. Berdasarkan data Q2 2019 yang didapatkan dari App Annie 5 besar aplikasi e-wallet dengan pengguna aktif bulanan terbanyak masih diduduki oleh pemain lokal yaitu Go-Pay, OVO, DANA, LinkAja, dan Jenius.

Sama halnya dengan jumlah download aplikasi, aplikasi e-wallet lokal berhasil menduduki peringkat 5 teratas dengan Go-Pay pada urutan pertama, OVO di posisi kedua, diikuti oleh DANA peringkat ketiga, LinkAja peringkat keempat dan iSaku urutan kelima.

*Jenius tidak sebatas aplikasi e-wallet, tapi merupakan aplikasi perbankan yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi antar platform finansial yang berbeda seperti isi ulang saldo e-wallet lain dan berkirim valuta asing baik secara offline maupun online.

2. Perkembangan aplikasi e-wallet milik perusahaan berbasis internet meningkat 50% sejak Q4 2017.

Kurangnya akses rekening bank serta tingginya angka “unbanked” populasi di Indonesia memberikan udara segar bagi perusahaan berbasis internet dengan layanan fintech untuk memperluas jangkauan. Layanan fintech dianggap bisa memberikan kemudahan untuk bertransaksi baik online maupun offline hanya dalam satu platform yaitu aplikasi e-wallet.

Aplikasi e-wallet milik perusahaan berbasis internet meningkat 50% dari Q4 2017 hingga Q2 2019, ada 4 perusahaan berbasis internet dari total 10 aplikasi e-wallet di kuartal ini yaitu Go-Jek, DANA, Paytren dan DOKU. Penggolongan ini disiarkan pada laporan ASEAN Mobile Payment 2019 oleh Nomura. Peningkatan produk e-wallet merupakan dorongan dari OJK (Otoritas Jasa keuangan) dalam upaya meningkatkan perkembangan ekonomi di Indonesia.

Potensi perkembangan aplikasi e-wallet juga diprediksikan akan semakin gemilang mengingat bonus demografi Indonesia pada tahun 2030 dimana penduduk usia produktif akan lebih besar. Berdasarkan hasil riset Jakpat bekerjasama dengan DailySocial 74.6% pengguna aplikasi e-wallet adalah pada usia produktif 20-35 tahun.

3. 4 Aplikasi E-wallet kepemilikan bank masuk 10 besar dengan pengguna aktif bulanan terbanyak di Indonesia.

Aplikasi e-wallet hasil produk bank memiliki banyak pengguna aktif bulanan di Indonesia. Kebanyakan e-wallet ini terkoneksi dengan akun rekening pengguna di masing-masing bank terkait.

Ada 4 produk aplikasi e-wallet milik bank dari keseluruhan aplikasi e-wallet yang aktif di kuartal keempat tahun 2017. Masing-masing bank itu yakni Bank CIMB dengan produk Go Mobile by CIMB, BTPN dengan Jenius, BCA dengan Sakuku dan Mega Mobile milik Bank Mega.

Pada Q2 tahun 2019 ini, 4 aplikasi e-wallet milik bank berada di peringkat 10 besar dengan pengguna aktif bulanan terbanyak. “Pemain lama” tetap eksis, yaitu Jenius, Go Mobile by Cimb, dan Sakuku. Pemain lain adalah Mega Mobile milik Bank Mega, yang berhasil masuk daftar 10 besar aplikasi e-wallet dengan pengguna aktif bulanan terbanyak pada periode Q4 2017 hingga Q2 2018.”

4. Go-Pay, aplikasi e-wallet dengan pengguna aktif bulanan terbanyak di Indonesia.

Go-Pay sebagai salah produk dari startup decacorn pertama di Indonesia Go-Jek menjadi aplikasi e-wallet dengan pengguna aktif terbanyak di Indonesia. Walaupun aplikasi Go-jek tidak digolongkan dalam aplikasi finance di App Annie, menurut informasi dari Medium 30% dari total transaksi uang elektronik di Indonesia berasal dari Go-Pay. Februari 2019, Go-Pay berhasil menyentuh angka transaksi sebesar USD 6.3 miliar dengan total 70% didapatkan dari transaksi Go-Jek menggunakan Go-Pay sebagai metode pembayaran. Go-Pay juga merupakan metode pembayaran utama dari Go-Food, yang juga merupakan aplikasi pengantar makanan terbesar di Asia Tenggara. Selain itu dikabarkan melalui DailySocial, Go-Pay juga dikabarkan resmi menjadi salah opsi pembayaran yang tersedia di Google Play setelah realisasi investasi yang diluncurkan Google ke Go-Jek awal tahun lalu.

5. DANA aplikasi e-wallet baru yang stabil diposisi top 5 sejak berdiri di Q4 2018.

DANA sebagai pendatang baru aplikasi e-wallet di Indonesia langsung menunjukan kegigihannya untuk menjadi pioneer aplikasi e-wallet di Indonesia. DANA pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 2018 dan langsung memperkenalkan layanan berbasis open platform. Berdasarkan data Riset iPrice Group, DANA memiliki pengguna aktif bulanan yang relatif stabil sejak Q4 2018 hingga Q2 2019. Dana berhasil naik satu peringkat di kuartal 2 2019 menggantikan LinkAja di posisi ketiga. Berbeda dengan jumlah download aplikasi, DANA turun satu peringkat ke posisi 3 digantikan oleh OVO pada Q2 2019. DANA merupakan layanan aplikasi e-wallet hasil kerjasama Emtek group dan Ant Financial juga merupakan aplikasi e-wallet resmi yang bisa digunakan untuk transaksi di e-commerce Bukalapak melalui BukaDompet.

6. Peringkat pengguna OVO terus meningkat sejak Q2 2017.

OVO, aplikasi e-wallet milik Lippo Group berhasil menduduki peringkat kedua berdasarkan jumlah download aplikasi di Q2 2019. OVO bisa digunakan sebagai metode pembayaran untuk transaksi offline di Matahari Department Store and Lippo Mall. Untuk transportasi, OVO merupakan metode pembayaran di Grab Indonesia, melebarkan kerjasama OVO juga menggandeng e-commerce unicorn Indonesia, Tokopedia dengan OVO Cash. Kerjasama yang dilakukan oleh OVO dengan Tokopedia merupakan satu langkah besar untuk meningkatkan jumlah pengguna OVO di Indonesia. Berdasarkan data Map of Ecommerce Indonesia Q1 2019 Tokopedia menduduki peringkat pertama di platform iOS dan Android.

Jika melihat grafik perkembangan OVO, jumlah download aplikasi menurun dari peringkat ke-2 ke peringkat ke-3 di Q1 2018, tapi untuk pengguna aktif bulanan OVO meningkat satu peringkat di Q1 2018 mengalahkan LinkAja. Dikutip dari Jakarta Globe kerjasama OVO dengan Lion Air Group juga meningkatkan pengguna OVO. Kerjasama ini memberi keuntungan tambahan pada pelanggan OVO dengan mendapatkan loyalty points 20,000 setara Rp 20,000 setiap menggunakan maskapai penerbangan Wings Air, Batik Air dan Lion Air.

7. LinkAja, aplikasi e-wallet BUMN terus memperluas kerjasama dengan merchants.

LinkAja, aplikasi e-wallet gabungan berbagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yaitu T-Cash milik Telkomsel, Mandiri e-cash milik Bank Mandiri, UnikQu milik BNI, T-Money milik Telkom dan T-Bank milik BRI. Migrasi ini dimulai sejak 30 Juni 2019, LinkAja resmi menjadi saingan Go-Pay dan OVO yang sudah lebih dulu terjun di dunia fintech, dengan total 22 juta pengguna yang sudah terdaftar.

Grafik pengguna aktif bulanan LinkAja terlihat stabil meskipun terjadi penggabungan beberapa aplikasi e-wallet dan e-money pada Q2 2019. Berdasarkan riset iPrice, LinkAja bertahan di posisi ketiga dari Q2 2018 hingga Q1 2019. Untuk data jumlah download aplikasi, terjadi penurunan pada Q4 2018, LinkAja yang saat itu masih dalam aplikasi T-Cash turun dua peringkat disalip oleh OVO dan DANA yang memang sedang gencar melakukan promosi cashback pada kuartal itu.

LinkAja dikabarkan akan berkolaborasi dengan Go-Jek agar bisa digunakan sebagai alternatif pembayaran selain Go-Pay dalam aplikasi Go-Jek.

8. Penawaran cashback dan penambahan poin adalah promosi yang paling digandrungi oleh para pengguna e-wallet di Indonesia.

Penawaran instan cashback dan penambahan poin dengan menggunakan aplikasi e-wallet menjadi strategi pemasaran yang ampuh untuk menggaet pengguna dalam menggunakan aplikasi e-wallet sebagai salah satu metode pembayaran tanpa tunai. Dilansir dari Tirto, Go-Pay sebagai salah satu pemain dominan di aplikasi e-wallet menawarkan cashback hingga 20-40% untuk membayar minuman dan makanan selama bulan Juli 2019. Cashback juga diklaim membantu meningkatkan penjualan merchants yang bekerja sama dengan aplikasi e-wallet tersebut. Cashback tidak bisa diuangkan, hanya bisa digunakan kembali dengan aplikasi e-wallet yang sama. Sama halnya dengan bonus poin bisa digunakan untuk mendapatkan potongan harga pada transaksi selanjutnya.

9. Pembayaran ecommerce, transportasi umum dan retail fisik adalah servis yang dimiliki hampir disemua aplikasi e-wallet.

Tim Riset iPrice mengumpulkan data mengenai jenis servis yang diberikan dari 38 aplikasi e-wallet dan e-money yang tersedia di Indonesia. Analisis membuktikan bahwa pembayaran retail offline merupakan servis yang paling banyak diberikan oleh aplikasi e-wallet di Indonesia. Berdasarkan laporan dari Nomura ASEAN internet: Opening up the mobile wallet Go-Pay memiliki 10 tipe servis yaitu, penghantar makanan, transportasi publik, pembelian tiket bioskop, pembayaran ecommerce, pembayaran layanan logistik, P2P (peer to peer), pengisian pulsa, pembayaran tagihan bulanan dan penarikan tunai.

LinkAja memiliki 9 variasi tipe servis hampir sama seperti Go-Pay, hanya saja tidak memiliki akses untuk pembayaran ride hailing. Sementara, Paytren memiliki 8 tipe servis. DANA dan OVO berada di peringkat yang sama dimana mereka menyediakan 7 tipe servis aplikasi e-wallet yang bisa digunakan di Indonesia. Perbedaanya, DANA bisa digunakan untuk pembayaran pada aplikasi gaming sedangkan OVO unggul dengan kemitraannya bersama Grab Indonesia untuk pembayaran transportasi.

10. QR pay menjadi metode pembayaran paling banyak dipakai diaplikasi e-wallet.

QR pay atau QRC (Quick Response Code) merupakan salah satu metode pembayaran yang digunakan oleh aplikasi e-wallet di Indonesia. Ada 19 aplikasi e-wallet yang terdaftar menggunakn metode ini sebagai opsi pembayaran. Mei 2019, pemerintah Indonesia mengeluarkan QRIS (Quick Response Indoesia Standard) sebagai salah satu standarisasi upaya pengingkatan penggunaan pembayaran cashless di Indonesia. Pembayaran via QR code juga dijadikan sebagai solusi untuk metode pembayaran pengganti kartu bagi 65 juta UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Indonesia.

***

Tentang iPrice Group

iPrice Group adalah situs meta-search yang beroperasi di 7 negara sekitar Asia Tenggara, yaitu; Malaysia, Singapore, Indonesia, Thailand, Philippines, Vietnam, dan Hong Kong.

Saat ini, iPrice membandingkan dan memiliki katalog lebih dari 500 juta produk dan mendapatkan sekitar 20 juta kunjungan per bulan secara regional.

***


EN VERSION

70% increment of smartphone users in Indonesia since the last 5 years also determine the number of mobile payment consumer. E-wallet app has promising growth in Indonesia as one of the cashless transaction solutions. To date, data from Bank Indonesia shows that there are 38 e-wallet app has been licensed. In 2018, the total transaction of e-wallet app in Indonesia reached USD 1.5 billion, and it is projected to reach USD 25 billion by 2023. But, Who is the most popular e-wallet in Indonesia?

iPrice Group collaborates with App Annie, an app market data and insight company, summarized the complete e-wallet app platforms in Indonesia in the past years. Utilizing data from app download and monthly active users (MAU), this research presents more concrete data regarding who is the most top player amongst all e-wallet app in Indonesia.

Here are 10 premier breakdown findings of the most popular e-wallet in Indonesia:

1. Local e-wallet app dominates the market.

Many local players in Indonesian fintech industry help local e-wallet app move aggressively to dominate the market as a cashless solution among Indonesian. Based on data from App Annie Q2 2019, top 5 e-wallet apps referring to the number of their monthly active users are all local based e-wallet app, Go-Pay, OVO, DANA, LinkAja, and Jenius.

It also happens on the number of app download, Indonesian e-wallet app ranks in the top 5 the most downloaded e-wallet app in Indonesia. Go-Pay in the first place, OVO in the second place followed by DANA in third place, LinkAja in fourth place and iSaku.

2. Development of e-wallet app owned by Internet-based company gain 50% growth since 2017.

Limited access to a bank account and a high number of unbanked population in Indonesia gives the massive potential to fintech company to expand its services in Indonesia. three-quarters of 250 million Indonesian people are still outside of conventional financial systems and without the technology to access basic financial services.

E-wallet app owned by Internet-based company raised 50% for the past 2 years, there are 4 internet-based companies in this quarter included in top 10 e-wallet app in Indonesia. They are Go-Jek, DANA, Paytren and DOKU. This classification was broadcast on the 2019 ASEAN Mobile Payment report by Nomura. The broadening number and service of e-wallet app in Indonesia is encouragement from OJK (Otoritas Jasa Keuangan) the financial services authority in Indonesia, in an effort to improve economic development in Indonesia. The potential for fintech expansion will also be more impressive given Indonesia’s demographic bonus in 2030 where the population of the productive age will be greater. A study from Jakpat collaborates with DailySocial found out that 74.6% of e-wallet app users in Indonesia are 20-35 years old.

3. 4 Bank’s e-wallet apps are in the top 10 with the most monthly active users.

iPrice’s research about monthly active users e-wallet app for Q4 2017 found that from a total of 10 e-wallet apps that are legally operating in Indonesia 4 of them are owned by bank. Go Mobile by CIMB in fourth place on Q4 2017 is an e-wallet app from CIMB bank which is an international bank originally from Malaysia. Jenius e-wallet app from BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional) and Sakuku owned by BCA (Bank Cabang Asia)

Cashless payment has been adopted in Indonesia since years using debit card and credit card. This transaction generally integrated with their bank account. Bank e-wallet app also has a great number of monthly active users. Based on data from App Annie, top 10 e-wallet apps owned by bank are Jenius which has been around since Q4 2017, Go Mobile by Cimb and Sakuku. Another player is Mega Mobile owned by Indonesian bank, Bank Mega. Unfortunately, they only maintained their rank in the period Q4 2017 until Q2 2018.

4. Go-Pay, e-wallet app with the largest monthly active users in Indonesia.

Go-Pay, as part of Gojek Indonesia’s first decacorn after its valuation hit US$10 billion, is e-wallet app with the largest active users in Indonesia from Q4 2017 until Q2 2019. Although, Despite not categorized in either Finance categories of iOS and Google Play, we also include Go-Jek in our content for the analysis as 30% from total electronic money transaction in Indonesia comes from Go-Pay. February 2019, Go-Pay managed to reach USD 6.3 billion transactions that figure is equivalent to nearly 70% of Go-Jek’s total transactions. Go-Pay also one of the payment methods in Go-Food, which is known as the biggest food delivery apps in South East Asia.

5. Dana a newcomer stable in fourth place since its establishment on Q4 2018.

Dana as a new player of fintech industry in Indonesia immediately showed its determination to become the pioneer of e-wallet app in Indonesia. Dana was first introduced in 2018 with open platform-based services. Based on iPrice group research data, Dana has been successfully maintained its monthly active users since Q4 2018 to Q2 2019.
Dana managed to increase its ranking by one in the second quarter of 2019 to replace LinkAja in third position. Conversely, DANA being replaced one rank by OVO in Q2 2019 based on app download. Dana is an e-wallet app as the result of joint venture Emtek Group and Ant Financial. Dana is also known as official partner of Bukalapak for the transaction in e-commerce under name BukaDompet.

6. OVO is in a strong position in Indonesia.

OVO as a standalone payment app showing its promising growth in Indonesia and managed to be the runner-up based on app download in Q2 2019. OVO can be used as offline transaction in Matahari Department Store, Lippo Mall, and cinema chains making it as e-wallet app with exceptional advantages. OVO has a partnership with Grab as rebranding GrabPay, powered by OVO.

OVO becomes the only official e-wallet app that can be used as a transaction method on Grab Indonesia. Not stopping there, Tokopedia, as local e-commerce with the highest MAU on both AppStore and Playstore based on Map of Ecommerce Q1 2019, also decided to do a partnership with OVO as their e-wallet app payment with OVO cash. These two breakthroughs as a prove that OVO deserves its position. OVO has a steady increase in growth in Q2 2018 based on monthly active users data beating LinkAja.

7. LinkAja, Indonesia’s state-owned e-money platform.

LinkAja integrates exciting payment services provided by state-owned banks- Telkomsel’s TCash, Bank Mandiri’s e-cash, BNI’s UnikQu, Telcom’s T-Money, and BRI’s T-Bank. Started on 30 July 2019, LinkAja is officially being a competitor of Go-Pay, OVO, and the others with a total of 22 million registered users in Indonesia.

The number of LinkAja users are stabled despite is merged with other e-money and e-wallet app in Q2 2019. iPrice research team found that LinkAja is steady at 3rd position for their monthly active users since Q2 2018 until Q1 2019. For app download data, there was a decline in Q4 2018, LinkAja which previously known as T-Cash fell by two ranks overtaken by OVO and DANA which were incessantly promoting cashback during the quarter.

LinkAja has officially announced its soon partnership with Go-Jek, LinkAja will be one of the payment option available on Go-Jek app.

8. Cashback offers and additional points are the key points to attract e-wallet app users.

Instant cashback offers and additional points by using e-wallet app become a powerful marketing strategy to attract users using e-wallet app as cashless payment method. Reporting from Tirto, Go-Pay as one of the top player in Indonesia offers up to 20-40% cashback for drinks and foods to gain more costumer. Merchant’s owner also claimed that cashback promotion helps to increase their sales. Data from Ekonomi.Bisnis cashback increases sales by 37% and discount by 41%. Unfortunately, cashback cannot be cashed, it is only can be used using the same e-wallet app, similarly, bonus points only can be used for the next transaction.

9. Ecommerce transaction, public transport, and offline transaction are the most common services available on e-wallet app.

iPrice research team collected the data for service available from 38 legal e-wallet app and e-money in Indonesia. The offline transaction is the most common service for e-wallet app besides its benefit of cashback and points followed by e-commerce payments and public transportation. Based on the report from Nomura ASEAN internet: Opening up the mobile wallet Go-Pay has 10 types of services, LinkAja’s and Paytren has 8 types of services. DANA and OVO have 7 type of services that is accessible in Indonesia.

LinkAja has 9 variations of service types, similar to Go-Jek, the difference is only LinkAja doesn’t have access to ride-hailing payments. Meanwhile, Paytren has 8 types of service. DANA and OVO are in the same position where they provide 7 types of e-wallet app services that can be used in Indonesia. The difference, DANA can be used for payments on gaming applications while OVO excels with its partnership with Grab Indonesia for transportation payments.

10. QR Pay the most used payment method.

QR Pay or QRC (Quick Response Code) is one of the payment methods used by e-wallet app in Indonesia. There are 19 e-wallet apps among 38 registered e-wallet app and e-money using this method as their payment option. In May 2019, the Indonesian government issued QRIS (Quick Response Indonesia Standard) as one of the standardization efforts to increase the use of cashless payments in Indonesia. Payment via QR code also found as a card replacement solution to reach 65 million MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises) in Indonesia.

***

About iPrice Group

iPrice Group is a meta-search website operating in seven countries across South East Asia namely; Malaysia, Singapore, Indonesia, Thailand, Philippines, Vietnam, and Hong Kong.

Currently, iPrice compares and catalogues more than 500 million products and receives about 20 million monthly visits across the region.

***

Komentar Pengguna