Report: Peta Persaingan E-Commerce Indonesia Q4 2020

Vivin Dian Devita

Berbelanja online dianggap sebagai salah satu solusi untuk mendapatkan harga barang dengan lebih murah dan lebih aman dengan minimnya kontak fisik ketika melakukan transaksi. Dalam berbelanja online pembayaran yang umum digunakan adalah online transaction.

2021, Adaptasi Belanja Segala Kebutuhan Secara Online

Juli lalu persentase berbelanja online meningkat hingga 400%. Transaksi barang-barang yang termasuk dalam kategori medis juga melejit. Hand sanitizer bahkan meningkat hingga hampir 6000% pada bulan April lalu. Jika dulu berbeli kebutuhan secara online terbatas kepada kategori Fashion dan Elektronik sekarang rak tanaman juga menjadi salah satu item yang getol diburu di e-commerce. Peningkatan minatnya menyentuh angka 250.000 pada sale 10:10 tahun kemarin.

Penggunaan e-wallet untuk transaksi juga semakin meningkat dari waktu ke waktu di Indonesia. Riset iPrice bersama Jakpat tahun 2020 menyebutkan bahwa sebanyak 30% dari responden memilih transfer bank dan 26% responden menggunakan e-wallet atau e-money untuk pembayaran berbelanja online.

Baru-baru ini direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja mengeluarkan beberapa prediksi mengenai tren pasar e-commerce Indonesia untuk tahun 2021. Jahja menyebutkan bahwa pembayaran digital menjadi metode pembayaran paling favorit ketika berbelanja di e-commerce.

Sejalan dengan riset iPrice yang lalu, kurangnya akses rekening bank serta tingginya angka “unbanked” populasi di Indonesia memberikan udara segar bagi perusahaan layanan dompet digital. E-wallet dianggap bisa memberikan kemudahan untuk bertransaksi baik online maupun offline hanya dalam satu platform.

Tingginya jumlah pemesanan online karena keterbatasan yang ada selama penerapan new normal tentu berdampak baik terhadap tingginya pertumbuhan e-commerce di Asia Tenggara. Industri logistik akan semakin dibutuhkan, karena semakin meningkatnya angka berbelanja online maka semakin tinggi juga demand ekspedisi pengiriman barang. Sejalan dengan prediksi yang juga disebutkan oleh Handhika Jahja.

Tetapi challenge barunya adalah bagaimana bisa terus memastikan barang yang dipesan sampai ke alamat yang dituju dalam waktu on time?

Berbeda dengan physical store, online shopping memiliki banyak proses dari yang terlihat. Setelah memesan dan melakukan pembayaran proses pengiriman adalah step terakhir yang memakan waktu terlama.

Riset iPrice sebelumnya bersama Parcel perform menemukan bawah keterlambatan ini turut berdampak pada customer experience ketika berbelanja di e-commerce. Harapannya Automatic sorting warehouse peningkatan jumlah manpower di lapangan dapat membantu mengurangi waktu delay pengiriman ekspedisi barang.

Tokopedia Dominasi Pemain Lokal, Shopee Dominasi dari Regional

Dalam Q4 2020 ini iPrice merangkum perjalanan kedua e-commerce dengan kunjungan website tertinggi di Indonesia. Pada periode Q3 kemarin Tokopedia mendapatkan suntikan dana dari Google dan Temasek. Google sekarang memegang sekitar 1.6% share di Tokopedia sedangkan Anderson Investment yang berafiliasi dengan Temasek memiliki persentase lebih tinggi yaitu 3.3. Data ini menurut dokumen yang diajukan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, November kemarin.

Tokopedia memiliki total rataan kunjungan website selalu diatas 80 jutaan selama periode Q1-Q4 2020. Kunjungan tertinggi terjadi pada Q4 2020 yaitu 114 Jutaan. Ranking aplikasi di platform iOS menunjukkan konsistensi sejak Q1, Tokopedia berhasil menduduki peringkat kedua pada App Store. Sedangkan untuk Play Store Tokopedia menduduki peringkat ketiga pada periode Q1-Q2 dan peringkat keempat pada Q3-Q4 2020 kemarin.

Shopee sebagai e-commerce regional yang beroperasi hampir di seluruh negara Asia Tenggara juga tidak mau ketinggalan. Walaupun Shopee tergolong sebagai e-commerce regional, Shopee memiliki banyak pengunjung website terbanyak pada periode Q1-Q4 2020 ini.

Berdasarkan data akumulasi dari Peta Persaingan E-commerce Indonesia dari iPrice Group Shopee memiliki total rataan kunjungan website selalu diatas 90 jutaan selama 2020 kemarin. Data ini didasarkan dari website Similarweb untuk mengetahui rataan kunjungan website setiap bulannya. Sama seperti Tokopedia rataan tertingginya terjadi pada periode Q4 yaitu 129 jutaan perbulan.

Persamaan ini bisa dikaitkan dengan periode sale atau campaign yang dilakukan kedua e-commerce ini. Sale akhir tahun 10.10, 11.11, dan 12.12 menjadi peak season bagi e-commerce untuk berlomba mengakuisisi pengguna.

Bagaimana performa aplikasi Shopee? Shopee secara konsisten menduduki peringkat pertama di platform iOS dan Android. Sejak Q1 kemarin Shopee selalu menjadi nomor 1 di PlayStore maupun App Store. Tak tergantikan bahkan sejak Q4 2019 data ini didapatkan melalui App Annie.

E-commerce dengan Pengikut Social Media Terbanyak

Tahun 2020 merupakan tahun yang sangat tidak terprediksi. Setahun setelah awal mula global pandemi, perlahan-lahan adaptasi terhadap new normal mulai menunjukkan shifting habit dalam beraktivitas sehari-hari termasuk dalam berbelanja.

Dengan semakin banyak orang yang menggunakan media sosial untuk meneliti merek. Sosial media menjadi salah satu strategi efisien untuk meluaskan lagi tidak hanya brand awareness tapi juga mengakuisisi pengguna.

Menurut data dari Statista Facebook masih sebagai platform social media yang memiliki pengguna terbanyak di dunia. Pada Q4 2020 ini Lazada meiliki likes terbanyak yaitu 30 jutaan, peringkat kedua ada Shopee dengan 19 jutaan likes dan diikuti Sephora dengan angka yang sama yaitu 19 jutaan likes.

Social media kedua yang paling banyak digunakan di dunia adalah Twitter. Berbeda dengan Facebook untuk profil Twitter iPrice merangkum datanya melalui masing-masing akun official Twitter e-commerce di masing-masing negara.

Tokopedia berhasil menduduki peringkat pertama dengan total pengikut di Twitter sebanyak 700 ribuan selama 2020 kemarin. Diikuti oleh Shopee dengan total pengikut 540 ribuan. Peringkat ketiga ada juga pemain local Blibli dengan total pengikut di Twitter sebanyak 510 ribuan. Blibli juga merupakan e-commerce local dengan jumlah pengunjung website tertinggi selama 2020 kemarin. Pada Q4 2020 Blibli memiliki rataan 22 juta pengunjung tiap bulannya.

Bagaimana dengan Instagram? Nah, Instagram yang juga merupakan social media dengan pengguna terbanyak walaupun lebih muda daripada Twitter dan Facebook ke-esksisannya.

Shopee Indonesia menduduki peringkat pertama dengan total pengikut sebanyak 7.1 jutaan, lalu diikuti oleh Lazada Indonesia dengan total pengikut 2.6 jutaan. Pada posisi ketiga ada Tokopedia dengan total pengikut 2.4 jutaan selama 2020 kemarin.

E-Commerce Akan Terus Memiliki Ruang Untuk Bertumbuh di Indonesia

Berdasarkan report terbaru eConomy SEA 2020, selama pandemi kemarin rataan orang Indonesia menghabiskan waktu sekitar 4.7 jam per harinya untuk mengakses internet. Jumlah waktu online ini meningkat sebanyak 30% jika dibandingkan sebelum pandemi, yang biasanya hanya menghabiskan sekitar 3.6 jam per hari. Dikaitkan dengan kegiatan rutin yang dilakukan offline seperti sekolah dan bekerja sekarang berpindah menjadi aktifitas online.

Dalam report ini juga disebutkan E-commerce masih memegang total dari internet ekonomi di Asia Tenggara. Pada 2015 konsumer mayoritas membeli produk elektronik melalui platform e-commerce dengan total share sebanyak 41%. Dengan adanya penerapan lockdown and pembatasan sosial, kategori food and groceries meningkat hingga 175% pada tahun 2020 dan terus diprediksikan akan mengambil bagian hingga 15% pada tahun 2025 dari total seluruh kategori produk yang dibeli di e-commerce. Dengan adanya perkembangan GMV hingga 54% sejak 2019, e-commerce memiliki banyak potensi untuk terus mengakuisisi konsumer di Indonesia dan e-commerce diprediksikan akan terus memimpin eConomy di Indonesia.

Tentang iPrice Group

iPrice Group adalah situs meta-search yang beroperasi di 7 negara sekitar Asia Tenggara, yaitu; Malaysia, Singapore, Indonesia, Thailand, Philippines, Vietnam, dan Hong Kong.

Saat ini iPrice membandingkan dan memiliki katalog lebih dari 5 milyar dan memiliki 25 juta pengunjung dari berbagai regional. iPrice saat ini beroperasi dalam tiga lini bisnis: perbandingan harga untuk produk elektronik dan kecantikan; pencarian produk untuk fashion.

Artikel ini ditulis oleh Vivin Dea Devita untuk informasi lebih lanjut silahkan kontak Dea di vivin.dian@ipricegroup.com

Komentar Pengguna