Trend & Panduan

Prilaku Berbelanja Online di Indonesia Saat Ramadan 2020

20 May 2020 | Vivin Dian Devita

Berbelanja online kebutuhan ramadhan dan lebaran saat pandemi.

Bulan ramadhan dikategorikan sebagai perayaan besar di Indonesia karena mayoritas penduduk yang beragama Islam. Perayaan ramadhan tahun ini sedikit berbeda, di tahun sebelumnya ramadhan identik dengan bazar dan kegiatan silaturahmi berkumpul bersama keluarga maupun kerabat. Berlakunya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) guna mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 di Indonesia memberikan limitasi bagi umat muslim untuk melakukan kegiatan rutin selama ramadhan.

Pergantian pola hidup dan cara berinteraksi sosial berdampak juga pada daya dan habit berbelanja orang Indonesia. Kini berbelanja online dijadikan solusi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dari membeli bahan makanan hingga baju lebaran.

iPrice bekerjasama dengan Jakpat, penyedia layanan survey online pengguna mobile di seluruh Indonesia, melakukan survei untuk mengetahui perilaku berbelanja Muslim Indonesia pada saat ramadhan dimusim pandemi ini. Menggunakan 9 pertanyaan survei lalu dibagikan ke 1000 responden Muslim, kami merangkum beberapa beberapa insight unik mengenai berbelanja online yang bisa dibagikan:

1. Shopee menjadi aplikasi berbelanja yang paling banyak digunakan

Sebanyak 82% dari total responden menggunakan Shopee sebagai platform untuk berbelanja online selama 3 bulan kebelakang sejak survei ini dilakukan. Hal ini sejalan dengan Peta Persaingan E-commerce Indonesia Q1 2020, Shopee juga memimpin dengan total kunjungan website terbanyak yaitu 71.533.300 selama periode ini. Tokopedia sebagai e-commerce lokal menjadi pilihan kedua untuk aplikasi berbelanja dengan total pengguna sebanyak 56% diikuti Lazada 53% Bukalapak 41% dan Blibli 15%.

Sementara untuk e-commerce vertikal yang menjual produk spesifik dipimpin oleh Zalora 9%, Sociolla 6% dan Bhinneka 5%.

Penjualan fashion muslim juga masuk ke 10 besar sebagai aplikasi yang diminati oleh responden disurvei ini, Hijabenka dipilih oleh 49 responden 5% dan Hijup dipilih oleh 41 responden 4%.

2. Produk Elektronik menjadi kategori yang paling banyak dibeli setelah fashion

Berdasarkan data iprice mengenai minat berbelanja orang Indonesia selama musim Covid-19 minat pembelian webcam meningkat sebanyak 1572% selama musim pandemi ini guna mendukung efektifitas video call selama pemberlakuan WFH (Work From Home) dan belajar dari rumah.

Fashion masih memimpin sebagai kategori yang paling diminati selama berbelanja ramadhan tahun ini yaitu 63% diikuti oleh elektronik 45%, kebutuhan rumah tangga dan grocery 41%, kosmetik 33% dan produk kesehatan 30%.

Selama bulan ramadhan ini pembelian snack/kue kering yang identik disajikan ketika lebaran juga dilakukan online oleh orang Indonesia. Jika kita mencari keyword seperti “kue nastar” atau “kue kering” banyak pilihan yang bisa kita beli melalui aplikasi e-commerce. Dalam survei ini, sebanyak 223 atau sekitar 22% responden membeli kue kering lebaran di platform online, data ini bisa dijadikan acuan bahwa bisnis kue kering di Indonesia mempunyai potensi besar untuk terus tumbuh.

3. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan Rp 500.000-1.999.999 untuk berbelanja kebutuhan lebaran

Sudah bukan rahasia umum lagi berbelanja untuk kebutuhan ramadhan dan lebaran di Indonesia dikategorikan sebagai periode sibuk dimana purchase intention akan meningkat dibanding bulan biasanya. Berdasarkan data dari Tirto peningkatan pemesanan bahan kebutuhan pokok melalui platform online meningkat 400% sejak PSBB diberlakukan maret lalu.

Dalam survei ini kami menemukan bahwa, sebanyak 45% responden menghabiskan sekitar Rp 500-1.999.999 untuk membeli kebutuhan lebaran di tahun ini. Sebanyak 43% menghabiskan Rp 499.999, 9% responden menghabiskan kisaran Rp 2.000.000 - Rp 4.999.999 dan hanya sekitar 2% menghabiskan Rp 5.000.000 dan lebih.

4. Orang-orang tidak mempersiapkan diri jauh-jauh hari untuk mengisi keperluan ramadan

Membeli kebutuhan ramadhan jauh sebelum bulan ramadhan sepertinya tidak terjadi tahun ini. Berbelanja kebutuhan ramadhan secara online banyak dilakukan ketika sudah memasuki bulan ramadhan. 36% responden berbelanja online untuk kebutuhan ramadhan selama bulan ramadhan hingga menjelang lebaran, 30% responden berbelanja kebutuhan ramadhan secara online seminggu sebelum ramadhan.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Brandwatch, pembelian hadiah dan kebutuhan untuk natal dilakukan biasanya 2-3 minggu sebelum natal. Sedangkan di Indonesia umat muslim yang berbelanja kebutuhan ramadhan 2-3 minggu sebelum ramadhan hanya sebanyak 26%, diikuti sebulan sebelum ramadhan 5% dan 2 bulan sebelum ramadhan sebanyak 3%.

5. Waktu pagi dan tengah malam menjadi waktu untuk berbelanja selama ramadhan

Kami melakukan analisa terhadap perbedaan waktu berbelanja online yang dilakukan orang muslim Indonesia selama bulan ramadhan jika dibandingkan dengan bulan biasanya.

Tidak ada perbedaan yang signifikan jika dilihat perbandingan selama bulan ramadhan dan bulan biasa hanya saja di bulan ramadhan ini peningkatan intensitas berbelanja selama jam (4-10) terjadi di bulan ramadhan. Jika di bulan biasa hanya 15% responden berbelanja pada jam tersebut selama bulan ramadhan 18% responden berbelanja online saat jam sahur hingga jam 10 pagi.

Selain itu, pada jam tengah malam (24-3) juga terjadi peningkatan sebanyak 2% dari bulan biasanya. Pada bulan ramadhan tahun ini sebanyak 3% responden melakukan online shopping sedangkan bulan biasa hanya 1% responden melakukan online shopping pada jam tersebut.

6. E-wallet dan E-money mulai populer dipakai belanja online

Metode pembayaran E-Wallet dan E-Money mulai menjadi pilihan pembayaran utama ketika berbelanja online. Orang Indonesia mulai makin terbiasa menggunakan metode ini karena dianggap lebih fleksibel dan tidak complicated baik untuk transaksi online maupun offline.

Dalam survei ini kami menganalisa berbagai metode pembayaran yang paling diminati di Indonesia. Hasilnya menunjukkan, 30% dari responden menggunakan transfer bank sebagai metode pembayaran, 26% menggunakan e-wallet atau e-money, 25% memilih untuk cash on delivery, 14% menggunakan offline payment di retail seperti Alfamart dan Indomart, 3% menggunakan kartu debit dan hanya 2% menggunakan kartu kredit

Metodologi riset: Tim Riset iPrice bekerjasama dengan Jakpat melakukan survey di platform Jakpat. Kami menggunakan 9 pertanyaan survei yang berguna untuk mengetahui perilaku belanja online muslim Indonesia saat Ramadhan yang disebar ke 1000 muslim responden seluruh Indonesia. Survei dilakukan tanggal 13-14 May 2020.

Tentang JAKPAT

JAKPAT adalah penyedia layanan survei online dengan panel 530.000+ pengguna mobile di seluruh Indonesia sebagai responden yang telah melalui proses validasi yang ketat. JAKPAT membantu peneliti untuk menentukan responden sesuai dengan kriteria yang diinginkan, dari segi demografi, minat, dan perilaku. Melalui aplikasi mobile, JAKPAT menyebarkan survei kepada seluruh target responden secara serentak sehingga menghasilkan survei yang akurat dan tersaji hanya dengan hitungan jam. Informasi lebih lanjut mengenai JAKPAT bisa diakses di https://jakpat.net/ atau email ke partner@jajakpendapat.net

Tentang iPrice Group

iPrice Group adalah situs meta-search yang beroperasi di 7 negara sekitar Asia Tenggara, yaitu; Malaysia, Singapore, Indonesia, Thailand, Philippines, Vietnam, dan Hong Kong.

Saat ini iPrice membandingkan dan memiliki katalog lebih dari 500 juta produk dan mendapatkan sekitar 20 juta kunjungan per bulan secara regional.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai data dari artikel ini silahkan menghubungi Dea di alamat email berikut: vivin.dian@ipricegroup.com

Komentar Pengguna