Somethinc, Some By Mi dan The Ordinary Review Produk Paling Banyak Ditonton Di Tiktok

Vivin Dian Devita


Merawat kulit dan tubuh sudah menjadi lifestyle positif yang akan terus berkembang dari waktu ke waktu. Banyaknya inovasi dalam produk skincare baik dari dalam negeri, Korea dan Western memberikan konsumen banyak pilihan untuk memilih produk perawatan diri.

Walaupun pada masa pandemi ini minat beli dan penggunaan skincare atau make-up menurun, menurut riset Jakpat penggunaan skincare masih menunjukan konsisten trend daripada penggunaan makeup.

Beauty is a serious game in Indonesia, untuk itu para wanita dan skincare junkie akan sangat menaruh effort dalam pemilihan produk skincare yang mereka gunakan. Untungnya, jaman sekarang review produk skincare dapat dengan mudah dilihat di Youtube, Tiktok, Instagram dan berbagai online platform. Influencer dan selebriti berperan dalam mempromosikan skincare brand sehingga meluaskan lagi brand awareness dari suatu produk agar makin dikenal.

Tapi apakah skincare brand ini benar-benar sudah dikenal oleh konsumennya?

iPrice, website pembanding harga di Asia Tenggara, mencari jawabannya untuk mengetahui besar pengaruh skincare brand melalui total hastag views mereka di Tiktok. Ide ini pertama kali dipresentasikan oleh Frederica Angelina Theofila dari RevoU. Lalu, iPrice melakukan adaptasi data brand skincare yang tersedia di platform Sociolla.

Berikut beberapa temuan menarik soal popularitas skincare di Tiktok




Brand lokal Somethinc berhasil menduduki peringkat teratas dengan total hashtag views sebanyak 57.3 Juta di Tiktok, ini adalah total views tertinggi sebagai brand skincare lokal. Diikuti Wardah dengan total hastag views sebanyak 17.1 Juta. Kedua brand lokal ini sudah mengantongi sertifikasi halal.

Brand lokal lainnya ada Avoskin dengan 15 juta view, diikuti oleh Emina dengan total 11 juta hashtag views. Untuk peringkat kelima diduduki oleh Lacoco dengan total hashtag view sebanyak 5 juta.

Penetrasi produk lokal dengan sertifikasi halal memiliki peranan penting di Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim. Euromonitor menyebutkan brand lokal dengan logo halal memiliki kesempatan untuk mengakuisisi konsumer lebih besar dibandingkan yang tidak.



Sedangkan untuk skincare asal korea, Some By Mi menduduki peringkat pertama dengan total hashtag view sebanyak 33 juta diikuti oleh brand Laneige dengan total hastag view sebanyak 24.5 juta. Dua produk ini berada di kelas berbeda Some By Mi digolongkan sebagai produk yang lebih ramah dompet dan Laneige tergolong sebagai premium skincare brand.

Sementara untuk Western brand produk The Ordinary menduduki peringkat pertama dengan total hashtag view sebanyak 611 juta diiktui oleh brand Garnier dengan total view sebanyak hampir 121 juta. Diperingkat ketiga ada Cetaphil dengan total hastag viewers sebanyak 57 juta.

Trend skincare dari produk yang lebih affordable mulai menjadi pilihan para skincare junkie dikarenakan para pengguna mulai semakin pintar dalam memilih bahan dan kandungan dalam produk. Somethinc, Some by Mi dan The Ordinary adalah tiga brand yang digolongkan sebagai produk drugstore dengan harga yang lebih ramah dompet.

Produk skincare premium juga mulai diminati banyak wanita di Indonesia yang datang dari golongan merupakan wanita karir atau yang memiliki penghasilan mandiri. Berdasarkan data dari Euromonitor beberapa brand premium yang mulai banyak penggunanya di Indonesia adalah Make Up For Ever, MAC, LaMer, Benefit, Bobby Brown dan SK-II.

Lalu bagaimana solusi skincare premium bisa menyentuh pasar umum skincare junkie?

Share in Jar solusinya, trend pembelian make-up premium yang juga banyak diminati di indonesia. Dimana kebanyakan skincare atau kosmetik premium mematok harga yang lumayan tinggi dengan adanya share in Jar pembeli dapat mencoba terlebih dahulu produknya sebelum akhirnya berkomitmen untuk membeli produk dalam kemasan full-size.

Sementara untuk produk skincare yang paling banyak digunakan selama pandemi ini adalah, facial cleanser atau facial wash dan moisturizer. Penggunaan Sunscreen mengalami penurunan signifikan selama pandemi yaitu 13.4% karena dianggap tidak perlu jika hanya beraktivitas di rumah.

Metodologi

Data diambil di website Sociolla untuk produk dengan rating tertinggi (5 bintang), lalu digolongkan berdasarkan asal dari produknya. Hastag data diambil dari platform tiktok dengan menggunakan spesifik kata dari brand yang dianalisis. Produk yang ditampilkan merupakan produk yang tersedia dan secara resmi dijual di Indonesia

Tentang iPrice Group

iPrice Group adalah situs meta-search yang beroperasi di 7 negara sekitar Asia Tenggara, yaitu; Malaysia, Singapore, Indonesia, Thailand, Philippines, Vietnam, dan Hong Kong.

Saat ini iPrice membandingkan dan memiliki katalog lebih dari 5 milyar dan memiliki 25 juta pengunjung dari berbagai regional. iPrice saat ini beroperasi dalam tiga lini bisnis: perbandingan harga untuk produk elektronik dan kecantikan; pencarian produk untuk fashion.

Artikel ini ditulis oleh Vivin Dea Devita untuk informasi lebih lanjut silahkan kontak Dea di vivin.dian@ipricegroup.com.

Komentar Pengguna