Mengapa Redistribusi Konten adalah Trik Killer untuk Menjangkau Audiens yang Lebih Besar

Aldo Fenalosa

Artikel ini akan menunjukkan kepada kamu bagaimana cara memperbesar jangkauan audiens melalui strategi redistribusi konten yang sudah ada.

Dengan membaca artikel ini kamu akan mengetahui:

  • #1 Alasan mengapa harus menggunakan strategi redistribusi konten
  • #2 Pendekatan yang dipakai agar redistribusi konten maksimal
  • #3 Contoh redistribusi konten di iPrice
  • #4 Contoh redistribusi konten di agensi marketing global

Mari kita bahas satu per satu.

#1 Alasan mengapa harus menggunakan strategi redistribusi konten

Apa itu redistribusi konten?

Redistribusi konten adalah praktik menyalurkan kembali konten yang sudah ada ke situs-situs publikasi untuk memperluas jangkauan konten tersebut.

Saya awalnya menganggap bahwa semakin banyak konten yang diproduksi akan semakin banyak pula backlink yang didapat. Namun rutinitas ini kerap menjadi lebih sulit ketika saya mengalami writer’s block.

Writer’s block adalah sebuah kondisi di mana tidak dapat memikirkan apa yang akan ditulis atau bagaimana melanjutkan topik yang dibahas ke dalam tulisan. Saya juga pernah berada pada situasi buruk, yang merupakan kombinasi writer’s block dan efektifitas konten yang rendah.

Sudahlah sakit kepala memikirkan ide topik yang akan diproduksi, rupanya jumlah backlink yang didapat jauh dari harapan.

Hingga saya menyadari bahwa jumlah backlink tidak selamanya ditentukan oleh kuantitas konten. Kesimpulan itu juga diperkuat dengan temuan dalam analisis 912 juta postingan konten yang dilakukan Backlinko pada tahun 2019.

Salah satu temuan dalam kajian itu mengatakan bahwa 94% dari total konten yang diteliti tidak menghasilkan backlink.

Tapi bukan berarti konten tanpa backlink adalah akhir dari segalanya. Bisa jadi waktu itu konten yang telah dibuat tidak mendapatkan treatment distribusi yang mencukupi.

Karenanya, cara yang cukup praktis untuk mendapatkan backlink adalah melalui redistribusi konten yang ada.

Jadi, mengapa harus redistribusi konten?

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, berikut manfaat yang didapat dari redistribusi konten:

  • Meminimalisir ketergantungan pada konten baru.
  • Tidak menghabiskan waktu untuk produksi konten baru.
  • Terhindar dari writer’s block.
  • Mengisi kesenjangan efektivitas dalam performa konten.
  • Mendorong eksplorasi jaringan situs-situs baru.

#2 Pendekatan yang dipakai agar redistribusi konten maksimal

Redistribusi konten bisa menjangkau audiens lebih besar — kalimat yang sepertinya sangat menjanjikan. Namun, dalam praktiknya, mungkin sulit mewujudkannya tanpa menggunakan beberapa pendekatan.

Berikut contoh pendekatan yang telah dilakukan tim Content Marketing iPrice untuk redistribusi konten.

  • Resending content

Pendekatan pertama dan yang paling mudah adalah dengan mengirimkan kembali konten lama ke jurnalis/editor/penerbit di dalam jaringan kontakmu. Jika mereka tidak merespons email-mu pada kesempatan pertama, maka bukan berarti materi konten yang dikirimkan tidak cocok dengan situs yang kamu targetkan.

Ada banyak kemungkinan kontenmu tidak direspons, termasuk kemungkinan si resipien tidak sengaja melewati email-mu karena kotak masuk emailnya kelebihan muatan.

Tips: Perhatikan momen/tanggal tertentu yang beresonansi dengan topik konten ketika mengirim ulang email berisi materi konten lama pada kontak jejaringmu. Misalnya jika sebelumnya kamu punya konten riset tentang produk iPhone, maka akan cocok dikirim ulang ketika momen peluncuran iPhone baru.

  • Revamping findings

Pendekatan selanjutnya adalah membenahi temuan dari riset lama. Terkadang, temuan yang dinyatakan dalam sebuah konten tidak lagi relevan karena sudah berjarak waktu.

Dengan menambahkan temuan atau fakta baru, berarti kontennya mutakhir, akurat, dan masih relevan untuk dibicarakan di masa sekarang. Ada sejumlah aspek temuan yang bisa dibenahi/diperbaharui, seperti kalkulasi data, analisis, hingga kesimpulan dari riset yang ada.

Tips: Lakukan beberapa keyword research untuk menentukan konten mana yang layak mendapat pembenahan.

Umumnya konten dengan top keyword di halaman pertama SERP lebih mudah dijangkau audiens baru setelah mendapatkan pembenahan.

  • Repurposing content type

Pendekatan ketiga yakni dengan mengubah bentuk konten menjadi format baru. Umpamanya mengubah konten riset berbasis data dalam blog menjadi infografis.

Dengan menggunakan pendekatan ini, konten yang tadinya hanya punya satu bentuk bisa dipecah ke dalam beberapa format yang lebih relevan untuk segmen audiens tertentu.

Tips: Hanya gunakan kembali konten yang bersifat abadi/evergreen, alias konten yang terus berharga dan relevan selama berbulan-bulan atau jangka waktu yang lebih panjang.

  • Rediscovering media network

“Masa sih konten yang ga perform tetep punya value buat dapetin backlink baru?”

Pertanyaan seperti ini pernah terlintas di pikiran saya.

Tapi internet adalah dunia yang dinamis. Selalu ada situs-situs baru atau orang-orang baru yang belum pernah melihat kontenmu sebelumnya.

Selama itu terjadi, kesempatan untuk redistribusi konten selalu terbuka lebar.

Tips: Lacak dan bangun relasi dengan kontak baru melalui media sosial.

Jangan sungkan menyodorkan contoh konten yang telah dibuat melalui akun Twitter, Facebook, atau Linkedin. Jelaskan pula pertalian antara konten itu dengan kontak barumu.

#3 Contoh redistribusi konten oleh iPrice

Berikut beberapa contoh redistribusi konten yang dilakukan tim iPrice Indonesia:

Waktu Rilis: September 2020

Bentuk Pendekatan: Resending content

Waktu Rilis: Januari 2018

Bentuk Pendekatan: Repurposing content type (video to blog article)

Waktu Rilis: Desember 2014

Bentuk Pendekatan: Repurposing content type (article to interactive infographic)

#4 Contoh redistribusi konten oleh praktisi marketing global

Berikut beberapa contoh redistribusi konten yang dilakukan praktisi marketing global:

  • How to Learn SEO in 2020

Kreator: Backlinko

Waktu Rilis: Agustus 2018 - sekarang

Bentuk Pendekatan: Revamping findings

  • The 3-Step Journey of a Remarkable Piece of Content

Kreator: Copyblogger

Waktu Rilis: Juni 2014

Bentuk Pendekatan: Repurposing content type (article to slide deck)

  • Whiteboard Friday

Kreator: MOZ

Waktu Rilis: Agustus 2007 - sekarang

Bentuk Pendekatan: Repurposing content type (video to blog post)

***

Daftar Pustaka:

https://moz.com/blog/reshare-content-for-bigger-reach

https://backlinko.com/hub/content/repurposing

https://www.hatchbuck.com/blog/content-refresh/

https://blog.hubspot.com/marketing/examples-repurposing-content

https://backlinko.com/content-study

https://www.internetlivestats.com/total-number-of-websites/

https://blog.marketo.com/2016/10/how-a-content-refresh-can-help-you-stay-relevant.html

https://copyblogger.com/remarkable-content/

https://backlinko.com/learn-seo-fast

https://moz.com/blog/category/whiteboard-friday

***

Komentar Pengguna