Trend & Panduan

Tren Minat Belanja Online selama Musim Covid-19 di Indonesia

08 April 2020 | Vivin Dian Devita

Pemberlakuan semi-lockdown dan work from home (WFH) berdampak pada tren minat belanja online orang Indonesia. iPrice merangkum habit belanja online orang Indonesia memanfaatkan data impression dari Google Analytics selama periode Maret 2020 dan Februari 2020.

Berikut beberapa highlight menarik seputar peningkatan minat produk orang Indonesia pada saat musim Covid-19.

1. Produk kesehatan pencegahan virus Covid-19

Minat belanja produk kesehatan secara online mengalami peningkatan yang signifikan. atau pembersih tangan yang menjadi produk preventif penyebaran virus dengan daya minat belanja tertinggi yaitu 5585% diikuti dengan peningkatan minat belanja hingga 1986%. Peningkatan minat belanja berdampak pada tingginya demand dari produk hand sanitizer, dikutip dari CNN Indonesia peningkatan hingga 100% pada toko ritel hal ini menjadikan banyaknya pembeli yang beralih membeli produk hand sanitizer secara online di platform e-commerce.

Produk lain yang juga ikut meningkat daya minatnya adalah Dettol hingga 1395%. Demand terhadap Dettol dan Lysol selama musim Covid-19 terjadi secara global dikarenakan penganjuran penggunaan ini sebagai salah satu efektif desinfektan untuk membunuh virus pandemic Covid-19..

Satu gejala dari kasus positif Covid-19 adalah suhu tubuh yang tinggi yaitu 37.8C ke atas, hal ini menjadikan tren minat belanja terhadap pengukur suhu tubuh meningkat, untuk termometer biasa adanya peningkatan hingga 1007%. Sedangkan minat belanja paling tinggi ada pada produk dengan rentang harga Rp 1.000.000- Rp 3.000.000.

Produk kesehatan selanjutnya adalah masker mulut yaitu peningkatan minat beli sehingga 167%. Pada riset iprice sebelumnya harga dan minat belanja masker mulut sudah meningkat sejak bulan Januari yaitu pada saat kasus awal virus korona muncul di negara tetangga Singapura dan Malaysia. Sehingga peningkatan dari februari tidak menunjukan data yang drastis seperti produk kesehatan lainnya.

2. Produk mendukung pekerjaan dari rumah

Maraknya penyebaran virus Covid-19 di Indonesia menjadikan banyaknya perusahaan yang menerapkan Work From Home (WFH). Untuk wilayah Jakarta penerapan WFH dimulai sejak 3 April 2020 hingga 19 April 2020, namun sudah banyak perusahaan yang menerapkan WFH dimulai pertengahan Maret kemarin. Dilaporkan oleh Media Indonesia sudah ada 947 perusahaan di Jakarta 74 perusahaan dengan 367.941 tenaga kerja bekerja di rumah. Bergantinya tren bekerja dari rumah ikut mempengaruhi tren minat belanja online orang Indonesia. Tingginya intensitas meeting online dan video conference bisa direfleksi dengan peningkatan minat belanja webcam sehingga 1572% tidak hanya bekerja webcam juga digunakan untuk membantu proses belajar dan mengajar online yang juga dipraktikkan di Indonesia selama musim Covid-19 ini.

Produk kedua dengan peningkatan minat belanja secara online adalah , peningkatan minat belanja kertas meningkat 377% sejak februari kemarin. Dapat diprediksikan pembelian ATK (alat tulis kantor) juga akan meningkatkan dalam bulan jika melihat tren hasil diperpanjangnya masa bekerja dan belajar dari rumah.

3. Produk Hobi Outdoor dan Indoor

Minat belanja pada sepeda polygon meningkat hingga 1036% sejak awal maret 2020 jika dibandingkan dengan bulan februari. Tidak hanya di Indonesia tren peningkatan pembelian sepeda indoor maupun outdoor juga meningkat di negara Inggris. Dilaporkan dari BBC news produk sepeda mengalami peningkatan penjualan sebanyak 15%.

Produk kedua adalah Nintendo yang mengalami peningkatan minat beli hingga 156%. Permainan game Nintendo memang mengalami peningkatan tajam di masa Covid-19. Data yang diperoleh dari iprice SIngapura menunjukan angka peningkatan yang signifikan terhadap minat beli PS4 sebanyak 714%.a Di Italia, pembelian produk berupa game console dan physical game meningkat hingga 84% pada minggu pertama lockdown maret kemarin. Di Indonesia, dipastikan minat belanja produk nintendo akan terus meningkat jika periode pembatasan sosial ini diterapkan jika melihat tren di negara lainnya.

4. Produk Makanan dan Minuman

Tren pembelian bahan makanan secara online selama proses lockdown atau pembatasan sosial ini sudah bisa diprediksi. Minat belanja meningkat hingga 159%, data ini menunjukan pembelian indomi satu dus.

Selain produk Indomie yang merupakan makanan instan lokal, produk minuman lokal juga mengalami peningkatan. Produk mengalami peningkatan hingga 78% dibandingkan bulan sebelumnya. Prediksi peningkatan pembelian produk alkohol sudah menjadi tren di negara-negara yang menjalankan lockdown. London salah satunya melaporkan ada peningkatan hingga 1000% untuk pemesanan minuman beralkohol secara online pada bulan maret 2020 ini.

Kira-kira tren produk apalagi yang akan meningkat di Indonesia selama periode pembatasan sosial ini?

    Metodologi riset: Tim Riset iPrice melacak minat belanja online orang Indonesia terhadap sejumlah produk selama masa Covid-19. Instrumen yang dipakai untuk mengetahui ketertarikan konsumen adalah data impression di Google Analytic. Data diambil dengan membandingkan periode 1-29 Februari dan 1-29 Maret 2020.

    Tentang iPrice Group

    iPrice Group adalah situs meta-search yang beroperasi di 7 negara sekitar Asia Tenggara, yaitu;Malaysia,Singapore,Indonesia,Thailand,Philippines,Vietnam, danHong Kong.

    Saat ini iPrice membandingkan dan memiliki katalog lebih dari 500 juta produk dan mendapatkan sekitar 20 juta kunjungan per bulan secara regional.

    Komentar Pengguna