Trend & Panduan

Obat-obatan yang Krusial Dibawa Saat Traveling, Untuk Jaga-jaga!

16 September 2017 | Aldo Fenalosa

Sakit ketika sedang jalan-jalan adalah momok yang paling dihindarkan. Maka, jaga diri dan kesehatan jasmani dengan persediaan obat ini.

Amit-amit ya, ketika traveling kita justru jatuh sakit. Alih-alih menyenangkan, jalan-jalan hanya akan membuat sakit semakin parah. Itinerary yang telah disusun jadi berantakan. Gerak kita jadi lebih lamban. Tidak bersemangat mengeksplorasi destinasi. Tidak bernafsu makan kuliner setempat. Well, liburan terasa dipaksakan. Tidak benar-benar nikmat.

Tapi siapa sih yang tahu kapan waktunya ia sakit dan kapan waktunya sehat? Kita jelas tidak bisa menerka pasti. Kita hanya bisa mengantisipasi. Apalagi bila kita akan traveling bergaya backpacker yang tight on budget.

Berpergian melintasi sejumlah zona waktu dapat meningkatan level stres dan melemahkan sistem imun pada tubuh

Dan tahukah Anda bahwa kemungkinan sakit ketika traveling itu cukup besar, terutama pada mereka yang bepergian lintas zona waktu. Menurut peneliti di Oregon Health & Science University, traveling lintas waktu dan negara dalam periode singkat dapat mengganggu sistem kerja tubuh.

“Berpergian melintasi sejumlah zona waktu dapat meningkatan level stres pada tubuh dan akan mengubah ritme kerja tubuh Anda. Stress yang meningkat ini akan melemahkan sistem imun,” kata Akhram Khan, spesialis kesehatan di Oregon Health & Science University, yang dilansir Popular Science. Peningkatan stres biasanya telah dimulai dari ketika Anda terburu-buru mengejar keberangkatan pesawat, terlalu cemas ketika akan sampai di tempat asing hingga terlalu padatnya itinerary yang harus diikuti sehingga membuat fisik drop.

Mudahnya penyakit menyerang tubuh saat traveling sejatinya bukan hanya oleh itu saja. Lingkungan baru yang menghadirkan standar kehigienisan berbeda-beda juga patut dicermati. Terkadang, seseorang jatuh sakit akibat makanan atau minuman yang dikonsumsinya saat traveling tidak higienis.

Anda tentunya tak ingin membayangkan berapa biaya tambahan yang dikeluarkan lantaran tiba-tiba terpaksa membeli obat resep dokter setempat. Ingat, ada pepatah mengatakan “lebih baik mencegah daripada mengobati”. Karena itu, tak ada salahnya menyiapkan obat-obatan berikut ini sembari packing sebelum memulai traveling.

Parasetamol

Dikutip dari Alodokter, parasetamol merupakan salah satu obat yang masuk ke dalam golongan analgesik untuk meredakan nyeri dan antipiretik untuk menurunkan demam. Tidak ada salahnya memasukkan obat berbahan parasetamol seperti Panadol ke dalam tas traveling Anda. Tak ingin sekadar tidur di kasur hotel karena demam, kan?

Oralit

Adakalanya kita terlalu bersemangat mencoba segala makanan dan minuman yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Terlebih para backpacker yang selalu ingin mencicipi jajanan street food yang paling khas di destinasi tujuan. Namun perlu Anda ingat, tidak semua makanan street food dihidangkan dengan higienis. Ujung-ujungnya, sakit perut tak terhidari. Saat itulah Anda butuh obat oralit. Jika tak suka rasa oralit, minimal minum Pocari Sweat juga bisa.

Antiseptik

Meski liburan bukan untuk adu jotos, tapi tidak akan ada yang bisa memastikan tubuh Anda lecet karena satu dan lain hal. Bisa jadi terjtuh dari sepeda motor yang disewa, bisa jadi terpeleset di kolam renang, atau bisa jadi kaki Anda menginjak serpihan tajam di pinggir pantai. Antiseptik seperti Betadine sungguh krusial ketika momen itu terjadi.

Vitamin

Vitamin membantu tubuh bekerja optimal. Asupan vitamin yang mencukupi akan menjaga tubuh tetap fit selama Anda traveling. Setidaknya, simpan dan konsumsilah beberapa butir vitamin C kemasan (seperti Enervon-C atau Vitacimin) yang dapat menjadi antioksidan dan meningkatkan kekebalan tubuh dari serangan penyakit.

Komentar Pengguna