Trend & Panduan

5 Gadget Jadul Ini Ngetren Lagi Loh!

12 March 2019 | Surya Islami

Jangan ngaku anak hipster kalau belum koleksi gadgetini!

Festival musik, acara literasi, hingga café-café hits. Tak hanya event dan tempat-tempat nongkrong tadi, flea market atau event pop up barang-barang vintage juga mulai menjadi destinasi yang digemari saat weekend. Di acara semacam ini, tak hanya generasi baby boomer yang menggunakan piringan cakram untuk mendengarkan musik, tetapi juga generasi sekarang ini alias milenial.

Pemburu mixtapes, kolektor vinyl, hingga pemain Tamagotchi masih menjamur hingga kini. Jangan salah, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak kelahiran 90-an, bahkan remaja SMA. Nah, buat kamu yang mau join vintage hype ini, nih iPrice kasih daftar gadget oldschool apa saja yang perlu kamu lirik!

Point to Shoot Camera

sumber: casualphotophile

Hashtag 35mm, hashtag film is not dead, hashtagI shoot film, dan masih banyak lagi. Nah, tagar-tagar yang kerap kamu temui tadi bukan sekadar filter gambar, tetapi pengunggah foto mengambil gambar tersebut menggunakan kamera analog atau SLR. Ya, sekadar info saja, jika DSLR adalah singkatan dari digital single lens reflex, maka SLR adalah singkatan yang sama tanpa ada embel-embel digital. Benar sekali! SLR berarti kamera tersebut menggunakan roll film, dan kita tidak bisa melihat hasil jepretannya secara langsung.

Penggunaan roll film kembali booming dengan adanya teknologi yang memungkinkan adanya pemindaian developed film. Artinya, kita tidak perlu lagi mencetak film untuk melihat gambar yang telah kita foto, melainkan kita bisa langsung memindahkannya dalam format digital. Kepopuleran kamera analog ini memiliki fokus utama pada point to shoot camera, yaitu kamera yang cukup compact yang memiliki pengoperasian praktis dengan hanya membidik dan menangkap gambar. Banyak orang berpikir bahwa kamera jenis ini memiliki kualitas rendah jika dibandingkan dengan jenis kamera lain. Namun hal tersebut tidak benar, karena kualitas kamera ditentukan oleh sensor dan komponen lain. Keuntungan utama penggunaan kamera ini adalah aspek praktisnya.

Cassette player

sumber: cooper hewitt collection

Siapa yang tak tahu hubungan erat antara pensil dan kaset pita. Nah, masih sekeluarga dengan dua benda tadi, gadget satu ini biasa diburu saat event Record Store Day dihelat, yaitu cassette player! Walkman atau Sony merupakan brand cassette player yang begitu terkenal pada jamannya. Bukan cuma memiliki fungsi memutar lagu dari kaset pita, cassette player hadir dalam jenis dan fungsi yang beragam.

Tipe yang paling sering kita temui dewasa ini adalah cassette player dengan radio atau tape recorder. Selain itu, ada lagi jenih cassette player yang memiliki built in speaker. Jadi kamu bisa mendengarkan mix tape tanpa koneksi earphone. Keren bukan! Starlord dari Guardian of The Galaxy aja udah bikin mix tape, kamu kapan?

Turntable

sumber: the audiophile man

Naif, Mocca, hingga The Sigit telah merilis albumnya dalam bentuk piringan hitam. Yes, vinyl atau piringn hitam bukan hanya milik era 50’an, tetapi juga punya milenial. Tak sedikit band-band anyar Indonesia maupun luar negeri yang meluncurkan albumnya dalam bentuk cakram besar ini. Fenomena ini juga dilatarbelakangi dengan alasan eksklusifitas dan kedekatan personal. Nah, mengikuti demam vinyl inilah, akhirnya turntable kembali diburu.

Turntable adalah vinyl player, alias gadget untuk memutar piringan hitam. biasanya alat ini berbentuk kotak dan memiliki tempat jarum yang berfungsi untuk menekan piringan saat diputar. Ugh, kedengarannya manual sekali ya?! Jangan salah, kini telah banyak beredar turntable rilisan baru yang beroperasi otomatis. Turntable fully automatic dapat mengambil dan meletakkan vinyl secara langsung setelah tombol on ditekan. Jadi jangan khawatir jika kamu ketiduran di tengan-tengah lagu, karena turntable jenis ini akan otomatis mati setelah lagu di piringan hitam sudah habis. Untuk jenis semi automatic, kamu perlu meletakkan piringan hitam dan menempatkan jarum pada turntable sendiri. Meski tidak bisa langsung mengembalikan piringan hitam setelah lagu habis, umumnya turntable jenis ini jarumnya akan terangkat dari vinyl setelah lagu selesai.

Portable CD and MiniDisc Player

Mirip dengancassette player dan turntable, portable cd player juga merupakan perangkat pemutar audio. Bedanya adalah material atau media yang digunakan. Setelah generasi Walkman, muncullah inovasi cd dan dvd yang lebih kemas. Kumpulan audio atau lagu yang tersimpan dalam cakram tersebut dapat diputar dan didengarkan melalui earphone dimanapun dan kapanpu. Namun sayangnya, ukuran porable cd player yang cukup kecil ini umumnya tidak memiliki built in speaker, sehingga hanya memungkinkan untuk digunakan dengan bantuan earphone.

Polaroid 600 Camera

sumber: The Verge

Untuk yang hobi travelling, tentu foto polaroid bukanlah hal yang baru. Bahkan jenis kamera tersebut sangat populer di dunia mode atau fashion dalam sampling pengambilan gambar calon model. Nah, berbeda dengan kamera instax yang fotonya seukuran kartu atm, Polaroid 600 Camera memiliki film berbentuk kotak besar dan lebih tebal. Menghasilkan foto yang terkesan retro, kamera ini sangat bergantung dengan cahaya dan suhu sekitar.

Pasti tahu dong logo Instagram? Nah, logo tadi terinspirasi dari salah satu kamera polaroid 600 bernama One Step Instant Camera. Bahkan Polaroid kembali merilis kamera One Step untuk menyambut kembali tenarnya jenis fotografi satu ini. Nemiliki nama OneStep 2 Viewfinder i-Type Camera, edisi baru ini membutuhkan pendukung baterai. Namun tenang saja, selain baterainya rechargeable, kamera ini juga memiliki body yang lebih ringkas dan tetap retro. Lalu film yang digunakan umumnya berasal dari brand Impossible Instant Film. Memiliki kandungan kimia di tiap lembarnya, Impossible Instant Film hadir dengan beragam jenis film dan aksen hasil gambar yang berbeda pula.

Menarik bukan? Nah, dari kelima gadget tadi, kira-kira mana yang paling menarik?

Komentar Pengguna