• Beranda   >
  • Trend   >
  • Teknologi   >
  • Katanya Futuristis, Sudahkah Waktunya Kita Menggunakan Ponsel Modular seperti Ciptaan Motorola?

Katanya Futuristis, Sudahkah Waktunya Kita Menggunakan Ponsel Modular seperti Ciptaan Motorola?

13 November 2017 | Aldo Fenalosa

Kamu masih belum ngeh apa itu ponsel modular si Motorola? Itu lho, smartphone yang fiturnya bisa dibongkar pasang sesuai keinginan.

Kita tidak akan mengungkit-ungkit Apple dengan produk iPhone X (baca: ten, aiphone ten) yang belakangan jadi buah bibir karena diklaim sebagai sebagai ponsel tercanggih saat ini. Beneran, saya tidak akan menyinggung (atau mengaitkan) sedikitpun perihal ponsel pintar itu karena ada dimensi futuristis lain di dunia gadget yang fana ini. Apa itu? Ponsel modular-lah istilahnya.

Coba lihat foto Motorola seri Moto Z di bawah ini. Smartphone tersebut adalah contoh sebuah ponsel modular. Masih belum terbayang?

Baiklah, mari coba asah imajinasimu dengan membayangkan balok-balok Lego yang identik berwarna kuning. Anak-anak kecil (dan juga jema’ah adult fan of Lego) biasanya senang merakit balok-balok plastik tersebut menjadi sebentuk bangun ruang. Meski menyerupai batako, Lego tidak terikat pada satu bentuk bangun ruang karena fungsi hadirnya untuk memanifestasikan sebentuk khayalan yang tervisual di otak. Kamu bisa merakit bentuk apa saja dari benda itu, termasuk lanskap arsitektural Taj Mahal.

Pun begitu dengan ponsel modular yang sedang digembar-gemborkan Motorola dalam beberapa tahun belakangan. Ponsel jenis ini dihadirkan demi memaksimalkan kebutuhan penggunanya akan teknologi fitur yang spesifik. Kita tahu lah ya, akhir-akhir ini spesifikasi ponsel canggih itu kebanyakan dipukul rata. Asal ada kamera lensa ganda, asal ada baterai yang kuat bagai tenaga badak, asal ada speaker yang bersuara jernih, asal ada fitur face ID (ups, maaf! Kita kan tidak membahas iPhone X), maka ponsel itu sah disebut smartphone canggih. Padahal kadar canggih itu masih relatif, lho…

Buat sebagian orang, ponsel kamera beresolusi 13 megapiksel sudah tergolong canggih untuk mencukupi kebutuhan fotografi sosmednya. Pasalnya, sebelum merasakan kecanggihan resolusi setinggi itu, golongan orang-orang ini adalah mereka yang menggunakan ponsel feature. Boro-boro resolusi tinggi, jarang sekali ponsel feature yang dilengkapi kamera. Ya paling juga itu seri Nokia 3310 yang terbaru.

Inilah ponsel modular futuristis yang sedang dikembangkan oleh Project ARA, yang tidak akan bisa kamu temukan fungsinya di ponsel lain

Tapi bagaimana dengan mereka yang hanya bisa “dipuaskan” dengan foto-foto hi-res yang jernih, tajam, dan detail? Karena tingkat kebutuhannya sudah beda kelas, maka ekspektasi mereka tentu tidak akan terpenuhi oleh kamera ponsel yang dipakai mantan pengguna ponsel feature tadi. Maka, sekelompok orang mulai berusaha menggarap tipe ponsel yang diinginkan si maniak foto hi-res itu.

Alkisah, seorang insinyur bernama Rafa Camargo memamerkan sebuah prototipe ponsel modular pada khalayak peserta konferensi Google bulan Mei tahun 2015 silam. Ia mengangkat dan memamerkan gadget itu sembari berkata “inilah ponsel modular futuristis yang sedang dikembangkan oleh Project ARA, yang tidak akan bisa kamu temukan fungsinya di ponsel lain.”

Project Ara adalah nama cetak biru dari Advance Technology and Projects Group (ATAP) besutan Google yang telah berupaya membuat sebuah ekosistem perangkat modular berbasis satu peranti. Pengembangan ini tadinya difokuskan bersama Motorola. Tapi pada akhirnya Motorola berpisah dengan Google dan mengembangkan ponsel modular sendiri. Kini di halaman ini, kita akan tahu seberapa cespleng ponsel modular buatan pabrikan berlogo huruf M itu.

Motorola Moto E4 Plus Rp 1.950.000
Motorola Moto G5S Plus Rp 2.599.000 Motorola Moto G5S Plus , 14 cm (5.5"), 3 GB, 32 GB, 13 MP, Android 7.1, Emas
Motorola M Moto Rp 1.799.999 Motorola Moto M , 14 cm (5.5"), 3 GB, 32 GB, 16 MP, Android 6.0, Emas
Motorola Moto E3 Power Rp 1.000.000
Motorola Moto C Plus Rp 925.000
Motorola One Rp 3.927.404
Motorola Moto Z Play Rp 4.900.000 Motorola Moto Z Play , 14 cm (5.5"), 3 GB, 32 GB, 16 MP, Android 6.0.1, Hitam
Motorola Moto G Rp 2.119.038 Lenovo Moto G , 12,7 cm (5"), 2 GB, 16 GB, 13 MP, Android 5.1.1, Hitam
Motorola Moto Z2 Play Rp 4.017.000
Motorola Moto Z3 Play Rp 1.773.046 Motorola moto z³ play , 15,3 cm (6.01"), 4 GB, 64 GB, 12 MP, Android 8.1, Nila
Motorola Moto Z Rp 5.850.000
Motorola M Moto 32GB Abu-abu Rp 2.000.000
Motorola Moto E4 Rp 1.955.000
Motorola Moto X4 Rp 6.990.000
Motorola Moto E3 Power 16GB Putih Rp 1.000.000

Mengenal Modular di Ponsel Motorola

Sekali lagi, ponsel modular Motorola ditandai dengan seri Moto Z. seri ini terdiri dari 7 varian, yakni:

  • Motorola Moto Z
  • Motorola Moto Z Play
  • Motorola Moto Z Droid
  • Motorola Moto Z Play Droid
  • Motorola Moto Z Force Droid
  • Motorola Moto Z2 Play
  • Motorola Moto Z2 Force

Untuk mengakomodir kebutuhan pengguna yang berbeda-beda, Motorola merilis 14 peranti tambahan yang bisa diintegrasikan pada masing-masing Moto Z. Peranti ini sendiri disebut dengan istilah Moto Mods.

Simpelnya, Moto Mods adalah alat modifikasi untuk meningkatkan salah satu fungsi yang ada di Moto Z. Garis besarnya sih fungsi modular itu bisa dipisahkan pada lima bagian. Apa saja itu?

  1. Mod JBL SoundBoost. Menilik penamaannya, peranti tambahan ini berfungsi untuk meningkatkan taraf fungsi speaker bawaan di ponsel menjadi seperti speaker betulan. Yap, peranti modular khusus suara ini dibuat oleh JBL.
  2. Mod Insta-Share Projector. Modular ini fungsinya untuk memproyeksikan gambar atau video yang sedang diputar di ponsel ke layar yang lebih besar, seperti halnya proyektor pada umumnya. Wah, kamu bisa nonton seperti di bioskop, nih!
  3. Mod Hasselblad True Zoom. Betul, ini adalah peranti modular untuk optimisasi fotografi ponsel. CNN Indonesia mengulas bahwa peranti ini mampu "melakukan sepuluh kali zoom in objek foto tanpa mengurangi resolusi. Desain modular kamera ini berukuran lebih besar dibanding yang lain karena mengikuti desain kamera sungguhan."
  4. Mod Moto Turbopower Pack. Nah, peranti modular ini dikhususkan untuk mereka yang butuh baterai ekstra pada ponselnya. Modular tipe ini sistem kerjanya kurang lebih sama seperti power bank.
  5. Mod Moto Gamepad. Modular ini menghadirkan tombol fisik laksana sebuah konsol game. Karenanya, mobile gaming experience-mu akan lebih maksimal!

Bagaimana Cara Kerjanya?

Magnet! Masing-masing peranti modular tadi menggunakan prinsip magnet saat dipasangkan ke bodi Moto Z yang menjadi peranti utama. Kamu tak perlu khawatir, kekuatan magnet itu tidak akan merusak komponen ponsel itu sendiri. Sangat simpel, tinggal ganti modular, tempel, ganti lagi, tempel lagi. Tergantung mana fungsi yang ingin kamu pakai.

Komentar Pengguna