Trend & Panduan

Pakai Headphone jadi Ansos? Enggak Kalau Headphonenya Buatan Sony

23 November 2017 | Aldo Fenalosa

Kebebasan yang tak bablas itu kini memiliki rupa. Namanya headphone Sony Noise Cancelling Nirkabel 1000XM2.

Ada kalanya kita tidak sadar dengan batasan kebebasan yang mesti dipertanggung jawabkan. Mulai dari hal cere hingga masalah yang lebih serius. Tapi baiknya saat ini kita mengambil contoh yang cere-cere saja, misalnya tatkala menduetkan kuping dengan headphone.

Seringkali saya (mungkin kamu juga) menjadi sosok yang individualis begitu headphone telah dipasangi ke sepasang telinga. Berdalih ingin berkonsentrasi pada diri sendiri, headphone kerap jadi “senjata” untuk menjaga jarak dengan lingkungan sekitar. Terlebih bila kita berada di lingkungan yang penuh kebisingan.

Sebut saja perbincangan abang-abang penumpang KRL yang terlalu bersemangat sehingga justru mengganggu kedamaian penumpang lain. Atau rengek tangis anak kecil yang tidak ada habisnya saat kita sedang dalam penerbangan yang sama dengannya. Dan mimpi paling buruknya, anak kecil itu duduk persis di sebelah kita. Haduh, tidak mungkin pula bela-belain turun pesawat gara-gara hal itu.

Maka, saat-saat seperti itulah sebuah headphone perlu hadir menyelamatkan kuping kita. “Hanya aku, headphone, dan spotify di layar ponsel” merupakan dambaan kebebasan paling paripurna yang ingin didapat setiap orang dalam situasi tersebut.

Tapi, kadang kita suka acuh ketika yang namanya kebebasan telah berhasil didapat. Pun ketika telinga kita telah bebas dari suara bising yang tidak disuka. Kita cuek dan pura-pura tidak dengar saat orang lain menyapa. Kita lebih memilih khusyuk mendengar alunan nada yang mendayu-dayu dari headphone di telinga.

Sejatinya, kecuekan ini dapat menggiring kita pada istilah ansos (antisosial). “Ih, ansos banget sih anaknya!”

Bukan julukan ansos saja yang akan disematkan pada kita yang asyik sendiri menggunakan headphone. Ada berbagai kemungkinan buruk yang bisa terjadi ketika kita terlalu terbenam dalam lautan suara yang dihadirkan headphone.

Pertama, bisa saja kita ketinggalan pesawat karena tidak mendengar pengumuman tentang perubahan tempat dan waktu lepas landas maskapai yang akan ditumpangi. Atau bisa saja kita ditegur atasan kantor karena tidak mendengar panggilannya.

Atau juga, mungkin saja kita bisa tertabrak kendaraan karena tidak mendengar klakson peringatan ketika berjalan kaki di pinggir trotoar. Yang terakhir tadi sih amit-amit ya kalau terjadi. Namun intinya, kewaspadaan kita akan berkurang jika terlalu berserah pendengaran pada headphone.

Lalu, apa ini artinya kita mesti mengurangi pengunaan headphone agar tidak celaka? Tak pelu, yang dibutuhkan hanyalah headphone dengan fungsi yang cerdas seperti buatan Sony baru-baru ini. Namanya Sony Noise Cancelling Nirkabel 1000XM2. Headphone ini akan sangat cocok untuk orang yang tak ingin dibilang ansos maupun yang takut celaka karena kurang waspada.

Mengenal Fitur-fitur Cerdas Sony Noise Cancelling Nirkabel 1000XM2

Perangkat ini jelas akan memanjakan para audiophile seperti kita. Sebab, Sony menggunakan teknologi bernama S-Master HX yang memungkinkanmu untuk mendengar musik seakurat rekaman aslinya. Distorsinya minim, detail musiknya begitu jelas. Wah, sungguh memanjakan pendengaran.

Tapi kualitas suara bukanlah tujuan utama dalam bahasan artikel ini. Akan amat membosankan menjejalimu dengan istilah-istilah audio yang menegaskan seberapa berkualitasnya sebuah headphone. Lebih baik kita berbicara tentang fitur cerdasnya yang menghidari diri dari label ansos dan hal-hal buruk lainnya.

Gambaran umumnya, headphone Sony yang wireless ini digolongkan pada jenis Noise Cancelling, yakni kemampuan untuk mengurangi tingkat kebisingan dari lingkungan sekitar. Belakangan, headphone bertipe serupa mulai jamak diproduksi para produsen perangkat audio. Hanya saja, level kecerdasan headphone Sony yang satu ini sedikit di atas rata-rata. Tidak percaya?

Kamu tidak dipaksa agar percaya mentah-mentah, kok! Namun, tiga fitur pada Sony Noise Cancelling Nirkabel 1000XM2 akan memainkan peranannya untuk mendapatkan kepercayaanmu.

Fitur pertama dinamai Kontrol Suara Adaptif. Fitur ini secara otomatis mendeteksi otomatis aktivitasmu, seperti travelling, berjalan kaki menikmati fasilitas pedestrian kota, atau sedang melamun di ruang tunggu. Dengan kemampuan “membaca” di mana kamu berada, headphone tersebut dapat memaksimalkan fungsinya.

Contohnya noise latar belakang akan berkurang begitu muncul suara pemberitahuan penting saat kamu sedang asyik melamun di ruang tunggu. Hal yang sama juga akan dilakukan ketika akan melintasi keramaian jalan raya yang padat kendaraan. Kewaspadaanmu tak lagi terhipnotis musik yang membatasi pendengaran dari lingkungan sekitar.

Selanjutnya yakni fitur Kontrol Sentuh. Headphone Sony ini menawarkan kesederhanaan pengaturan. Kamu tak perlu lepas pasang headphone untuk ganti lagu, naikkan atau turunkan volume, dan menyambungkan panggilan telepon. Semua kontrol tersebut ada di ujung jarimu. Cukup ketuk atau usap panel di daun headphone untuk mengatur itu semua. Dan kalau ada teman menyapa, cukup ketuk panel headphone di telingamu. Sederhana, kan?

Lalu yang terakhir yakni fitur durasi baterainya. Penggila musik sepertimu agaknya akan terpuaskan karena headphone yang kita bahas ini bisa bertahan hingga 30 jam untuk pemakaian tanpa henti. Malah, kamu akan dapat ekstra 10 jam bila menyalakan Sony Noise Cancelling Nirkabel 1000XM2 dalam mode kabel.

Manfaat baterai yang panjang umur ini akan terasa sekali bila kamu menempuh penerbangan jarak jauh yang bisa bikin mati gaya. Kalau untuk sekadar dipakai ketika bepergian naik KRL mah baterainya bakal awet banget! Buat menemani aktivitas naik gunung juga boleh, tuh!

Komentar Pengguna